Panen 1,4 Ton Edamame, Wakaf Produktif Dompet Dhuafa Berdayakan Umat
·waktu baca 2 menit

Di lahan wakaf yang ada di kawasan Pesantren Tahfidz Green Lido, Sukabumi, para petani binaan bersama Dompet Dhuafa berhasil memetik edamame perdana mereka.
Dalam satu kali musim tanam (75 hari), lahan tersebut bisa menghasilkan 1,4 ton edamame siap jual. Hasil ini jadi kabar gembira bagi para pengelola dan penerima manfaat yang selama ini berjuang menjaga agar aset wakaf tetap hidup dan produktif.
Ya, wakaf bukan hanya tentang membangun masjid atau sekolah. Kini, wakaf bisa tumbuh menjadi sumber kehidupan nyata bagi masyarakat. Melalui konsep wakaf produktif, Dompet Dhuafa mengelola lahan wakaf agar menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial.
Salah satunya adalah hamparan hijau edamame di Sukabumi tersebut yang menjadi simbol bahwa tanah bisa menumbuhkan kesejahteraan bersama.
Pengembang Program Wakaf Dompet Dhuafa Pesantren Tahfidz Green Lido Sukabumi, Dini, mengatakan bahwa program wakaf produktif merupakan ikhtiar Dompet Dhuafa untuk memastikan bahwa aset wakaf tidak berhenti menjadi tanah kosong atau bangunan pasif.
“Kami ingin wakaf menjadi motor penggerak ekonomi umat. Dari hasil panen seperti ini, manfaatnya bisa kembali lagi ke masyarakat, baik dalam bentuk pemberdayaan petani maupun dukungan untuk pesantren,” ujarnya.
Para penerima manfaat pun tampak tidak bisa menyembunyikan rasa syukur mereka. Tusi, misalnya, mengaku bahwa kehidupannya lebih terbantu. Ia pun tak segan menunjukkan hasil panennya.
Bagi Tusi, wakaf produktif bukan hanya soal hasil pertanian, tetapi juga tentang harapan baru, bahwa lahan bisa menjadi sumber rezeki yang adil dan berkelanjutan.
Melalui pendampingan dari Dompet Dhuafa, para petani belajar mengelola lahan, mengatur masa tanam, dan menjaga kualitas hasil agar memiliki daya saing di pasar.
Menumbuhkan Kebaikan yang Tidak Pernah Habis
Panen di Pesantren Tahfidz Green Lido Sukabumi hanya satu contoh. Ada banyak upaya Dompet Dhuafa yang berupaya membangkitkan semangat kemandirian umat melalui wakaf produktif.
Hasil lahan kembali kepada masyarakat dan membantu pesantren. Bahkan bisa memberdayakan petani dan memperkuat ekonomi lokal.
“Kami percaya wakaf bukan hanya ibadah, tetapi juga strategi jangka panjang. Setiap panen adalah bukti bahwa kebaikan bisa dikelola, tumbuh, dan memberi dampak nyata,” tambah Dini.
Ibarat tanaman yang tumbuh dari benih kebaikan, hasil wakaf terus berbuah jika dirawat dengan niat tulus. Kamu bisa ikut menanam kebaikan yang berkelanjutan besama Dompet Dhuafa.
Setiap rupiah yang diberikan akan menjadi manfaat nyata yang tidak terputus untuk hari ini dan generasi mendatang. Cek selengkapnya informasi soal wakaf produktif Dompet Dhuafa di sini.
