Pasokan di Pasar Induk Cipinang Sedikit, Harga Beras Medium Jadi Mahal

Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras Medium sebesar Rp 9.450/kg. Meski demikian, masih ada beberapa pedagang yang menjual beras di atas harga yang telah ditetapkan Kementerian Perdagangan tersebut. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa hal ini karena ada beberapa stok beras di daerah yang semakin menipis.
Misalnya untuk beras medium (IR64) di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, dijual Rp 11.000/kg.
Seorang pedagang tidak mau disebutkan namanya mengaku kesulitan menjual harga beras medium dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, beras medium di pasaran kualitasnya lebih baik dibandingkan beras medium milik Bulog sehingga harga beras medium di pasaran tidak bisa dijual di harga rendah.
“Yah gimana ya mas ngomongnya, kalau ikut harga pemerintah susah jualnya. Emang mereka pada mau beli kualitas,” ujarnya saat disambangi kumparan (kumparan.com) di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Selasa (9/1).

Selain itu, banyak faktor yang membuatnya menjual harga beras medium di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satunya kelangkaan beras di berbagai daerah.
Ia menambahkan, jika pemerintah tidak ambil langkah, bisa jadi sebulan ke depan beras di Pasar Induk akan langka. Karena kebutuhan di Pasar Cipinang saat ini sekitar 2.500 ton/hari, namun hanya sekitar 500 ton/hari yang saat ini diterima oleh Pasar Induk Cipinang.
“Kalau pemerintah enggak mau ada operasi beras bagus, setengah bulan lagi bakal kosong stok. Dari daerah kosong pasokan, biasa pasar induk ini dibutuhkan 2.500 ton/hari, sekarang hanya 500 ton/hari,” katanya.
