Kumparan Logo

Pedagang Kue Kering Ketiban Cuan Jelang Lebaran, Omzet Capai Rp 30 Juta per Hari

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang kue kering di Pasar Senen Jaya Blok 1-2 Jakarta Pusat, Senin (8/4). Dokumen: Achmad Ghifari Firdaus/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang kue kering di Pasar Senen Jaya Blok 1-2 Jakarta Pusat, Senin (8/4). Dokumen: Achmad Ghifari Firdaus/kumparan.

Pedagang kue kering mendapatkan rezeki melimpah selama bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini. Salah satunya Dania, pedagang kue kering di Pasar Senen, Jakarta Pusat ini mengaku dapat meraup omzet Rp 10 juta sampai Rp 30 juta per harinya.

"Untuk omzet setiap tahunnya sama ya bisa Rp 10 juta kalo lagi ramai bisa sampai Rp 30 juta per hari," katanya saat ditemui di Pasar Senen Jakarta, Senin (8/4).

Dania mengatakan, nilai tersebut diraihnya dari hasil penjualan kue kering seperti nastar, castangel, sagu almond, sagu keju, dan kue putri salju. Sementara itu, kue nastar menjadi kue kering yang paling banyak diminati. Namun ia tidak dapat merincikan berapa toples yang habis terjual.

"Harganya paling mahal nastar bisa Rp 300.000 kalo yang lainnya harganya Rp 250.000 ada yang satu ons ada yang satu kilogram," katanya.

Pedagang kue kering di Pasar Senen Jaya Blok 1-2 Jakarta Pusat, Senin (8/4). Dokumen: Achmad Ghifari Firdaus/kumparan.

Lebih lanjut, Dania mengatakan, harga bahan baku kue kering meningkat saat Ramadan hingga menjelang lebaran. Untuk menetapkan harga jual, ia mengaku terus mengikuti harga dari pemasok.

"Harga kadang naik kadang turun tapi kita sih ikutin aja dari bosnya (pemasok), ungkapnya.

Dania mengatakan, pengunjung pasar senen mulai sepi menjelang lebaran. Adapun puncak ramainya saat awal bulan suci Ramadan. Meski demikian, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap hasil penjualannya.

"Iya, ramainya tuh pas awal-awal Ramadan tuh. Sekarang cuma beberapa aja," ungkapnya.

Dania juga mengaku tidak khawatir banyaknya penjualan kue kering yang dijual secara online saat ini. Sebab, sejauh ini masih banyaknya peminat kue kering miliknya.

"Tidak berpengaruh," ungkapnya.

Pedagang kue kering di Pasar Senen Jaya Blok 1-2 Jakarta Pusat, Senin (8/4). Dokumen: Achmad Ghifari Firdaus/kumparan.

Pedang kue kering lainnya yang tidak kalah ketiban rezeki yaitu Buya. Seorang pedagang di Pasar Senen yang mengaku dapat meraup omzet hingga Rp 4 juta per hari.

"Baru ramai-ramainya tuh tiga hari ini sebelumnya sepi. Dari Rp 1 juta bisa Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," ungkapnya saat ditemui di Pasar Senen Jakarta, Senin (8/4).

Buya mengatakan, nilai tersebut diraihnya dari hasil penjualan kue kering seperti nastar, castangel, sagu almond, sagu keju, kue putri salju, dan lapis legit. Sementara itu, kue nastar menjadi kue kering yang paling banyak diminati. Menurutnya, kue nastar ini bisa habis lebih dari 10 toples per harinya.

"Nastar paling banyak yang beli sekarang aja udah habis," katanya.

Buya mengatakan, harga satu toples kue kering yang ia jual sebesar Rp 35.000. Sementara untuk yang paketan dibandrol dengan harga Rp 120.000 sampai Rp 150.000 dengan isi sebanyak empat toples.

"Untuk harga kami ikuti dari pemasok, kalo harganya naik saya naikan. Kalo tidak ya saya juga tidak walaupun bahan baku lagi naik ya," ungkapnya.

Meski sudah banyak peminatnya, Buya mengatakan, sejauh ini ia belum tertarik kue kering yang ia jual secara online. Sebab, sejauh ini masih banyaknya peminat kue kering yang datang ke lapak miliknya.

"Untuk saat ini belum ya," katanya.