Kumparan Logo

Pekerja di RI Didominasi Informal, Proporsinya Naik Jadi 59,4 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu datangnya penumpang di Halte LRT Pancoran, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu datangnya penumpang di Halte LRT Pancoran, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pekerja informal di Indonesia terus meningkat. Hingga Februari 2025, proporsi pekerja informal mencapai 59,40 persen dari total jumlah penduduk yang bekerja 145,77 juta orang, naik dari periode yang sama tahun lalu 59,17 persen.

Sementara itu, proporsi pekerja formal sebesar 40,60 persen di Februari 2025, turun dari periode yang sama tahun lalu 40,83 persen.

"Kenaikan pekerja informal terutama karena kenaikan penduduk bekerja di bantu buruh tidak tetap," ujar Kepala BPS Amalia Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/5).

Pekerja informal terdiri dari pekerja yang berusaha sendiri; berusaha dibantu buruh tidak tetap; pekerja bebas; dan pekerja keluarga/tak dibayar. Adapun pekerja yang berusaha sendiri jumlahnya naik 880 ribu orang; berusaha dibantu buruh tidak tetap jumlahnya naik 950 ribu orang; pekerja bebas naik 54 ribu orang; dan pekerja keluarga/tak dibayar naik 120 ribu orang.

Adapun kategori pekerja formal yakni berusaha dibantu buruh tetap dan buruh/karyawan/pegawai. Jumlah buruh/karyawan/pegawai naik 1,02 juta orang dan pekerja yang berusaha dibantu buruh tetap naik 120 ribu orang.