Pembiayaan Terus Tumbuh, Laba BSI Naik 32,41 Persen

19 September 2023 14:37
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ATM BSI. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI berhasil menjaga kinerja yang solid hingga kuartal II 2023. Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba 32,41 persen atau menjadi Rp 2,82 triliun.
ADVERTISEMENT
Salah satu pendorong pencapaian tersebut adalah pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas dan dana pihak ketiga (DPK) yang bergerak positif.
Hingga Juni 2023, BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 221,90 triliun atau tumbuh 16 persen secara year on year yang didominasi oleh segmen ritel senilai Rp 158,38 triliun.
Dari sisi penghimpunan dana, pada kuartal II 2023 BSI mencatatkan DPK Rp 252,52 triliun, yang didominasi produk tabungan yang memberikan kontribusi senilai Rp 110,93 triliun. Atas hal itu, porsi CASA BSI membaik yang didominasi dana murah 59,93 persen.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan penerapan governance, risk, and compliance (GRC) yang kuat merupakan salah satu kunci BSI menjaga kinerja positif sepanjang tahun berjalan 2023.
ADVERTISEMENT
"Kami meyakini bahwa dengan penguatan GRC, BSI dapat terus merealisasikan pertumbuhan berkelanjutan. Sebab, penerapan GRC yang terintegrasi dapat mensinergikan aspek governance structure, risk management dan compliance, serta environment dan social perseroan. BSI juga terus melakukan akselerasi, mix and match bisnis sesuai prinsip syariah dan berkelanjutan dalam pengembangan ekosistem halal di Indonesia," kata Hery Gunardi.
Kinerja pembiayaan BSI, lanjut Hery, juga sejalan dengan kualitas pembiayaan yang terjaga, yang tercermin dari NPF gross sebesar 2,31 persen atau membaik dari posisi tahun sebelumnya 2,78 persen. Hal ini juga berdampak baik pada cost of financing (CoC) menjadi 1,55 persen.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam Talenta Wirausaha BSI 2023 di Gedung Smesco Indonesia, Kamis (19/1/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Semakin Efisien
Kinerja solid BSI juga didorong pengelolaan rasio effisiensi dan rasio biaya yang berpengaruh terhadap business process dan operasional bank. Tercatat hingga Juni 2023, rasio BOPO perseroan mengalami perbaikan dari 74,50 persen menjadi 70,87 persen.
ADVERTISEMENT
Efisiensi yang baik juga didukung layanan berbasis digital melalui BSI Mobile, yang mencapai 5,3 juta user registered dengan total transaksi mencapai 170,70 juta transaksi per Juni 2023.
Adapun jumlah merchant QRIS saat ini mencapai 188 ribu di seluruh Indonesia. Efisiensi bisnis juga berdampak positif pada return of asset (ROA) perseroan yang tercatat menjadi 2,36 persen dan return of equity (ROE) menjadi 17,27 persen.
"Dengan komposisi rasio keuangan yang balance, posisi dana yang kuat, serta kualitas pembiayaan yang baik, BSI optimis hingga akhir tahun pertumbuhan bisnis akan tumbuh dobel digit. Begitu juga dari sisi pertumbuhan nasabah, kami meyakini hingga akhir tahun bisa mencapai 20 juta nasabah," ujar Hery.