Pemerintah Bidik 4 Lokasi Calon Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menghidupkan rencana pemindahan ibu kota. Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang digelar bersama sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4).
Menurut Jokowi, wacana pemindahan ibu kota selalu dibahas di tiap era pemerintahan, namun tidak pernah ada tindaklanjutnya. Dia pun meminta para menteri untuk merumuskan wacana itu secara matang agar dapat terealisasi. Menanggapi rencana tersebut Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil menyatakan bahwa ide pemindahan ibu kota merupakan wacana yang baik. Sebab kini Jakarta telah menanggung beban yang dinilai berlebihan.
Meski demikian, Sofyan masih enggan membocorkan pilihan lokasi untuk calon ibu kota baru. Namun menurutnya, pemerintah sudah punya 4 pilihan lokasi.
“Ditetapkan diidentifikasi 3 sampai 4 tempat. Pada umumnya 3 sampai 4 tempat ini memenuhi syarat-syarat yang diinginkan,” ungkap Sofyan di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (3/5).
Menurut Sofyan, di empat lokasi yang mulai dibidik ini, kondisinya sudah memenuhi beberapa di antaranya lokasi tersebut bebas dari bencana.
Meski demikian Sofyan masih enggan membocorkan nama daerah yang berpotensi jadi ibu kota baru.
“Enggak boleh (disebutkan nama lokasinya). Presiden aja enggak mengatakan. Kemarin kan (rapat) terbuka semua. Tapi enggak boleh (disebut),” ujarnya.
Menurut Sofyan, keputusan merahasiakan lokasi calon ibu kota baru tersebut berkaca dari pengalaman masa lalu. Sebelumnya, saat wacana ini muncul, masyarakat sempat geger menebak-nebak satu lokasi. Alhasil di lokasi tersebut masyarakat berlomba-lomba membeli tanah.
“Zaman Pak Harto juga pernah. Bahkan banyak orang spekulasi beli tanah di Jonggol. Tunggu sampai diputuskan nanti, jangan ada spekulasi dulu,” tandasnya.
