Kumparan Logo

Pemerintah Dorong Produksi Karet Alam Diserap Industri Nasional

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Getah karet di PTPN IX Kendal (Foto: Anis Efizudin/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Getah karet di PTPN IX Kendal (Foto: Anis Efizudin/Antara)

Pemerintah mendorong produksi karet alam dalam negeri diserap oleh berbagai industri nasional. Menengok produksi karet alam saat ini mencapai 3,15 juta ton, sementara serapannya masih di bawah 1 juta ton.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Sumadilaga, mengatakan pada rapat yang digelar di Kemenko Perekonomian pada hari ini, dibahas mengenai strategi peningkatan serapan karet alam untuk industri dalam negeri.

“Karet harganya lagi turun karena serapan rendah. Jadi Menko Perekonomian memberi rekomendasi produk apa yang bisa didukung untuk memanfaatkan karet alam,” kata Danis di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/1).

Menurut dia, karet alam ke depan dapat dimanfaatkan sebagai fender atau karet bantalan kapal di pelabuhan, plat saluran irigasi yang semula menggunakan baja dapat diganti lembaran karet, hingga aspal yang dicampur dengan karet.

“Untuk plat saluran irigasi jadi lembaran karet ini lebih murah daripada baja dan aspal yang dicampur karet juga lebih baik kualitasnya,” katanya.

Namun, diperlukan dukungan industri untuk mengolah karet alam menjadi lembaran karet yang siap digunakan. Danis menyebut pada rapat yang digelar hari ini belum mengundang industri yang siap mengolah karet alam.

“Putusan dalam rapat, kami terus identifikasi hal lain yang bisa menyerap karet. Tadi dari industri belum ada,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Moh Alwi, juga berkomitmen memanfaatkan karet alam untuk prasarana moda transportasi. Misalnya untuk peredam transportasi darat.

“Serapan karet alamnya bisa digunakan untuk prasarana moda transportasi, baik laut udara dan darat,” pungkasnya.