Pemerintah Masih Kaji soal BLT Sebagai Pengganti Subsidi Energi
·waktu baca 2 menit

Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai skema subsidi energi. Salah satu opsi yang dibahas adalah konversi subsidi energi, seperti LPG dan Pertalite, menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menegaskan bahwa opsi tersebut masih dalam tahap kajian lebih lanjut dan belum ada keputusan final.
"Kita belum sampai membahas itu, tapi itu memang salah satu program yang akan kita analisa dengan lebih mendalam untuk memberi masukan kepada pemerintah. Karena pemerintah pun sekarang sedang membahas hal itu," kata Mari Elka kepada wartawan di Istana Negara, Selasa (5/11).
Mari menyebutkan bahwa kajian mendalam diperlukan untuk menghitung berbagai dampak yang mungkin timbul. Termasuk terhadap inflasi, daya beli masyarakat, industri, dan APBN.
"Ini semua harus dihitung secara menyeluruh untuk menganalisa opsi mana yang paling baik," ungkapnya.
Mantan direktur Bank Dunia ini bilang ada perbedaan dampak jika program dilakukan sekaligus atau secara bertahap. Pemerintah dirasa perlu mengkaji apakah bantuan sebaiknya diberikan langsung dalam bentuk tunai atau melalui subsidi harga.
"Kita mesti kembalikan kepada tujuan utamanya, yaitu supaya bantuan yang diperuntukkan dari subsidi, yaitu membantu masyarakat yang berpendapatan rendah itu tepat sasaran," kata dia.
Selain itu, ia menyoroti perlunya perhatian terhadap kelompok masyarakat kelas menengah dan rentan yang mudah terdampak oleh perubahan subsidi. Program stimulus yang tepat akan dibutuhkan untuk mempertahankan daya beli hingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.
