Pemerintah Mau Aktifkan Lagi Jalur KA yang Mati, Salah Satunya Semarang-Rembang
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah menargetkan pengembangan jaringan dan layanan kereta api nasional secara bertahap hingga 2030. Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) hingga 2030, salah satu program yang disiapkan adalah reaktivasi jalur kereta api yang sudah lama tidak beroperasi, seperti lintas Semarang-Demak-Juana-Rembang.
Reaktivasi jalur lama juga mencakup lintas Sukabumi-Cianjur-Padalarang, Cicalengka-Jatinangor-Tanjungsari, Cirebon-Kadipaten, Banjar-Cijulang, Purwokerto-Wonosobo, Juana-Rembang, hingga Madiun-Slahung dan Sidoarjo-Tulangan-Tarik.
Selain reaktivasi, pemerintah merencanakan pembangunan jalur baru, jalur ganda (double track), serta shortcut. Untuk Pulau Jawa, pengembangan meliputi jalur ganda lintas utara (Cirebon-Semarang-Bojonegoro-Surabaya), lintas selatan (Cirebon-Prupuk-Purwokerto-Kroya-Kutoarjo-Solo-Madiun-Surabaya), jalur ganda Surabaya-Jember-Banyuwangi, serta lintas Bangil-Malang-Blitar-Kerosono.
Rencana juga mencakup pembangunan shortcut seperti Parungpanjang-Citayam-Nambo-Cikarang-Tanjung Priok, Cibungur-Tanjungrasa, dan Lebeng-Kalisabuk.
Tak hanya jalur antarkota, pengembangan akan dilakukan pada jaringan kereta regional dan perkotaan. Di kota-kota aglomerasi, jaringan diperkuat di wilayah Jabodetabek, Joglosemar (Yogyakarta-Solo-Semarang), Kedungsepur (Kendal-Demak-Semarang-Purwodadi), dan Gerbangkertosusilo (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan).
Pada 31 Juli 2025, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan total kebutuhan pembiayaan untuk memperluas jaringan perkeretaapian nasional hingga 2030 mencapai Rp 853 triliun.
Anggaran ini akan digunakan untuk membangun jalur kereta api sepanjang 10.524 kilometer (km), termasuk jalur perkotaan, serta pengadaan sarana penumpang dan barang.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Arif Anwar, mengatakan pengintegrasian menjadi visi utama dalam pengembangan perkeretaapian nasional.
"Ini adalah target tahun 2030 nanti, di mana moda share penumpang adalah 7-9 persen, moda share barangnya 11-13 persen," katanya.
Berdasarkan data yang ditunjukkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, target pembangunan jalur kereta hingga 2030 mencapai 10.524 km di dalamnya termasuk rel perkotaan sepanjang 3.755 km.
Rencana pengembangan jaringan rel kereta api tersebar di berbagai wilayah. Di Sumatera, jalur kereta api yang saat ini sepanjang 1.854,4 km akan ditambah menjadi 2.900 km. Di Kalimantan, bakal dibangun 1.200 km jalur rel baru.
Di Sulawesi, jalur rel yang ada sepanjang 1.171 km akan ditingkatkan menjadi 2.734 km. Untuk Jawa, Madura, dan Bali, jalur eksisting 4.356,5 km akan diperpanjang menjadi 5.590 km. Sementara di Papua direncanakan pembangunan jalur rel kereta api sepanjang 100 km.
