Kumparan Logo

Penambahan Bus Listrik Transjakarta Terkendala Pengurusan STNK

kumparanBISNISverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menggunakan transportasi umum Bus Transjakarta Koridor 1 rute Blok M-Kota di Jakarta, Sabtu (9/11).  Foto: Fanny Kususmawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan transportasi umum Bus Transjakarta Koridor 1 rute Blok M-Kota di Jakarta, Sabtu (9/11). Foto: Fanny Kususmawardhani/kumparan

PT Transjakarta sedang berupaya menambah bus listrik. Namun untuk mewujudkan hal tersebut masih ada kendala yang harus dihadapi yaitu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih harus diselesaikan.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengungkapkan, saat ini prosesnya sedang diurus.

“Itu kendalanya permit (izin) ya. Karena yang sudah beres dari Perhubungan dan Perindustrian, sekarang untuk maju ke penyediaan STNK. Penyediaan STNK ini tentu ada proses biaya balik nama, pajak kendaraan bermotor, dan sebagainya yang lagi diurus oleh mitra kita,” kata Agung di Plaza Indonesia, Jakarta, Senin (30/12).

Warga menggunakan transportasi umum Bus Transjakarta Koridor 1 rute Blok M-Kota di Jakarta, Sabtu (9/11). Foto: Fanny Kususmawardhani/kumparan

Agung berharap ada kemudahan dalam pengurusannya. Sehingga rencana penambahan bus listrik bisa terwujud. Ia menargetkan di tahun 2020 ada tambahan 20 bus listrik.

“Kita punya target di Formula E. Kalau bisa 20. Iya semua bus listrik. Itu target yang kita mau capai,” ujar Agung.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta Yoga Adiwinarto memastikan, kendala STNK segera bisa diselesaikan. Ia menjelaskan, masalah ini sebenarnya karena ada peraturan-peraturan baru oleh pemerintah seperti biaya kode impor yang harus disesuaikan oleh Transjakarta.

“Itu ternyata baru akhirnya dimasukkan, oh ini kalau bus listrik kodenya seperti ini. Jadi biaya masuknya sendiri. Terus untuk Ditjen Kemenlu untuk penentuan pajaknya juga. Jadi emang ini namanya barang baru dan pertama kali ada di Indonesia. Jadi peraturan-peraturan ini harus dibikin,” ujar Yoga.

Petugas Transjakarta melakukan pengecekan bus Zhongtong di Depo PPD F Klender, Jakarta Timur, Rabu (16/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Meski begitu, Yoga menuturkan, dalam waktu dekat hal tersebut bakal segera selesai. Secara perlahan ia menargetkan bus listrik Transjakarta sudah mulai beroperasi di Januari 2020 jika segala regulasi bisa selesai tepat waktu.

“Jadi akhirnya untuk bisa mengurangi nilai pajak-pajak tadi itu jadi akhirnya diputuskan Januari kita baru mulai bisa jalan. Jadi sebenarnya sih pemerintah sangat mendukung cuma semuanya perlu waktu karena ini kan tahap pertama kali dan juga untuk angkutan umum belum pernah ada,” tutur Yoga.