Kumparan Logo

Pendapatan Arema FC Tergerus hingga 30 Persen Pascasanksi PSSI

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Persebaya Surabaya vs Arema FC (Foto: Dok. PT. LIB)
zoom-in-whitePerbesar
Persebaya Surabaya vs Arema FC (Foto: Dok. PT. LIB)

PT Arema Indonesia mengakui saat ini keuangan tim Arema FC sedang terganggu lantaran adanya sanksi dari PSSI. Larangan tersebut berupa tak ada penonton hingga akhir musim kompetisi 2018, baik pertandingan home atau pun pertandingan away.

Media Officer Arema Indonesia Sudarmaji membenarkan hal tersebut. Menurutnya sumber pendapatan Arema FC di antaranya melalui ticketing, sponsorship, merchandise dan subsisi liga.

"Kalau jujur diakui tentu sangat berdampak. Kita kehilangan dari ticketing yang potensinya menyumbang sekitar 20 persen - 30 persen dari total pendapatan klub," ucapnya kepada kumparan, Senin (22/10).

Rusuh suporter Arema (Foto: ANTARA FOTO/H Prabowo)
zoom-in-whitePerbesar
Rusuh suporter Arema (Foto: ANTARA FOTO/H Prabowo)

Selain kerugian dari ticketing, pendapatan dari pihak sponsorship serta lima pertandingan home atau yang digelar di Malang akan turut mengurangi pendapatan tim. Oleh karenanya, saat ini Arema FC sedang melakukan negosisasi kepada seluruh pihak sponsor yang terkena dampak dari sanksi tersebut.

"Demikian pula sponsorship yang melakukan negoisasi ulang terkait program 5 (pertandingan) home yang tersisa," lanjutnya.

Sayangnya Sudarmaji enggan menjelaskan lebih rinci berapa nilai pendapatan yang tergerus.

Sebagai gambaran, saat ini tiket penonton dihargai Rp 35 ribu untuk kelas ekonomi, Rp 100 ribu untuk kelas VIP dan Rp 150 ribu untuk kelas VVIP. Sementara kapasitas Stadion Kanjuruhan Malang sekitar 40 ribu hingga 42 ribu penonton.

Jika dihitung secara matematis, pendapatan Arema FC melalui tiket sekitar Rp 1,4 miliar untuk setiap laga home. Nilai tersebut dengan perhitungan kasar yakni kapasitas penuh sekitar 40.000 penonton dikalikan tiket ekonomi Rp 35 ribu.