Kumparan Logo

Pendiri Freeport Jim Bob Meninggal, Ini Kiprahnya di Era Soeharto hingga Jokowi

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chairman Freeport-McMoran James R. Moffet. Foto: ANTARA FOTO/Ismar Patrizki
zoom-in-whitePerbesar
Chairman Freeport-McMoran James R. Moffet. Foto: ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

Pendiri sekaligus mantan CEO Freeport McMoRan Inc, James Moffett, meninggal dunia. Pengusaha berusia 82 tahun yang akrab disapa Jim Bob itu mengembuskan napas terakhir di Austin, Texas, Jumat (8/1).

Media lokal nola.com, memberitakan bahwa Jim Bob meninggal akibat komplikasi COVID-19. Info tersebut mereka peroleh dari putra Jim Bob, Bubba. "Dia juga telah sakit selama beberapa tahun," jelas Bubba, dikutip kumparan, Minggu (10/1).

Sebagai pendiri Freeport McMoRan Inc, nama James Moffett pernah besar dan akrab di kalangan elite tertentu di Indonesia. Itu karena perusahaan yang didirikannya, pernah punya bisnis besar di Indonesia yakni PT Freeport Indonesia (PTFI).

Posisinya saat menjabat bos Freeport McMoRan yang ikut menentukan kelangsungan operasi anak usahanya, PT Freeport Indonesia (PTFI), membuatnya jadi sorotan media di Indonesia.

Moffett yang sudah berkiprah di bisnis tambang sejak 1964, jadi sosok terkemuka di industri tersebut. Dia memimpin Freeport McMoRan (FCX) sebagai Chairman merangkap CEO sejak 1984 hingga 2003. Kemudian posisinya bergeser menjadi Executive Chairman saja hingga 2015.

Keberadaan PTFI, juga menuntutnya membangun kedekatan dengan elite di jajaran kekuasaan Indonesia. Seorang mantan dirjen di Kementerian ESDM yang dulu bernama Departemen Pertambangan menuturkan, Jim Bob bisa tiba-tiba datang ke Jakarta, terbang dari Arizona, tempat kantor pusat Freeport McMoRan Inc berada.

“Dari bandara dia bisa ke istana, langsung bertemu Presiden. Bisa juga ke DPR bertemu pimpinan dan elite partai. Bahkan kadang-kadang orang Freeport Indonesia enggak ada yang tahu kedatangan Jim Bob,” katanya.

Lokasi tambang Freeport Foto: Reuters

Hal itu dilakukannya sejak lama, termasuk semasa Presiden Soeharto. Geolog lulusan University of Texas itu, juga menjalin kedekatan dengan orang-orang di lingkaran dalam kekuasaan. The New York Times pada 18 Februari 1997 menulis, Jim Bob sangat dekat dengan Bob Hasan, teman main golf Soeharto tiap dua kali sepekan.

Sedemikian dekatnya Jim Bob dengan penguasa Indonesia, Soeharto pernah memanggilnya ke peternakan di Tapos, Bogor, Jawa Barat. Saat itu dia datang ditemani Bob Hasan. Masih mengutip The New York Times, dalam pertemuan pada awal Desember 1996 itu Soeharto meminta Jim Bob, membantu pendanaan eksploitasi tambang emas di Busang, Kalimantan Timur.

Belakangan terungkap, cadangan emas di Busang yang semula diklaim mencapai 30 juta ounce, hanya pepesan kosong. Michael de Guzman, geolog asal Filipina, menggembar-gemborkan penemuan cadangan emas itu, hanya untuk meraup untung berupa dana investasi ke perusahaannya.

Pertemuan Jim Bob dengan Jokowi

embed from external kumparan

Jim Bob sendiri sudah melepas jabatan sebagai orang nomor satu di FCX pada 29 Desember 2015. Posisinya sebagai Chairman Freeport McMoRan, digantikan oleh Gerald J. Ford. Berbeda dengan Jim yang geolog, Ford punya latar belakang pendidikan dan karier yang panjang di industri keuangan dan perbankan.

Sekitar dua bulan sebelum pergantian itu, James Moffett menemui Presiden Joko Widodo. Pertemuan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pagi hari pada 6 Oktober 2015. Sepanjang 2015, Freeport memang sedang mencari kepastian atas masa depan bisnisnya di Indonesia. Pada 9 Juli 2015, perusahaan berkirim surat ke pemerintah meminta perpanjangan izin operasi PTFI.

PT Indonesia Asahan Alumunium, Freeport McMoran Inc, dan PT Rio Tinto Indonesia menandatangangani Sales Purchase Agreement (SPA). Foto: Resya Firmansyah/kumparan

Tapi sesuai aturan, perpanjangan izin hanya dapat diberikan pada 2019 atau dua tahun sebelum Kontrak Karya (KK) berakhir pada 2021. Bukannya izin perpanjang yang diperoleh, pemerintah justru mendesak Freeport memenuhi komitmen terkait empat hal.

Pertama, pelepasan (divestasi) hingga 30 persen saham PTFI kepada Pemerintah Indonesia. Ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014. Kedua, pembangunan fasilitas pengolahan konsentrat mineral tambang atau smelter. Ketiga, konsolidasi luas wilayah pertambangan. Dan keempat, peningkatan penggunaan barang, jasa, dan tenaga kerja dalam negeri Indonesia.

kumparan post embed

Adalah mantan Menteri ESDM Sudirman Said, yang mengungkit lagi pertemuan Jim Bob dengan Jokowi, di ruang kerja Presiden Jokowi. Sudirman menuturkan, dia dihubungi ajudan Presiden pagi pada 6 Oktober 2015 itu, diminta menghadap ke istana.

“Sebelum masuk ruang kerja Presiden, dibilang (asisten pribadi Jokowi) pertemuan ini tidak ada. Duduklah saya di sebelah Presiden. Saya kaget di ruangan itu ternyata ada James Moffett. Dan tidak panjang lebar, Presiden mengatakan 'tolong siapkan surat seperti apa yang diperlukan. Kira-kira kita ini menjaga kelangsungan investasi, nanti dibicarakan setelah pertemuan ini'. Baik," tutur Sudirman.

Jim Bob Moffet. Foto: Ismar Patrizki/ANTARA FOTO

Sudirman Said mengungkapkan kejadian empat tahun silam itu dalam acara peluncuran buku “Satu Dekade Nasionalisme Pertambangan”, di Melawai, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019. Buku itu ditulis mantan Dirjen Mineral dan Batubara, Simon Felix Sembiring

Menurut Sudirman, dalam buku tersebut ditulis bahwa surat yang dikeluarkannya tanggal 7 Oktober 2015 (sehari setelah pertemuan di istana), disebut melampaui kewenangan sebagai Menteri ESDM. Bahkan dianggap melemahkan posisi pemerintah Indonesia, dalam bernegosiasi dengan Freeport ke depan.

“Saya hanya menceritakan kronologi saja. Tidak ada hal yang saya tambahkan, tidak ada yang saya kurangi” imbuh Sudirman.

Kini, mayoritas saham Freeport Indonesia telah dimiliki oleh Indonesia sendiri, yakni melalui induk holding BUMN tambang PT Inalum (Persero).