Penerimaan Negara dari Sektor Minerba Capai Target, Tembus Rp 49,6 T

26 Oktober 2021 15:29
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penerimaan Negara dari Sektor Minerba Capai Target, Tembus Rp 49,6 T (91961)
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah truk pengangkut pasir melintas di area tambang batu bara Adaro, Kalimantan Selatan. Foto: Michael Agustinus/kumparan
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaluddin mengungkapkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Minerba sudah melampaui target tahun 2021 sebesar 127 persen pada kuartal III ini.
ADVERTISEMENT
Target PNBP Minerba yang telah ditetapkan untuk tahun 2021 ini yaitu Rp 39,1 triliun, sedangkan realisasi hingga saat ini sudah mencapai Rp 49,67 triliun.
"Penerimaan bukan pajak minerba hingga saat ini sudah mencapai 49,67 triliun atau 127 persen dari target," jelas Ridwan pada acara Konferensi Pers Virtual Capaian Kinerja Triwulan III Tahun 2021 serta Isu-Isu Strategis Subsektor Minerba, Selasa (26/10).
Ridwan melanjutkan, pencapaian Ditjen Minerba dalam hal PNBP tersebut didorong oleh harga komoditas-komoditas yang sedang melonjak tinggi serta upaya pemerintah memberikan kebijakan-kebijakan yang memungkinkan badan usaha bergerak lebih cepat dan lincah. Salah satunya adalah PP Nomor 69 Tahun 2021.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Sujatmiko mengatakan, pemerintah akan menyikapi momentum kenaikan harga komoditas, terutama batubara dengan memfasilitasi perusahaan tambang batubara agar dapat berfungsi dengan lancar sehingga target-target bisa tercapai.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Produksi komoditas batubara dalam negeri pun diketahui sudah mencapai 72 persen dari target tahun ini sebesar 625 juta ton, yaitu sekitar 450 juta ton. Pemanfaatan batubara domestik pun sudah terealisasi 98,3 juta ton atau 71,5 persen dari target 137,5 juta ton.
Meski begitu, Sujatmiko tidak menampik adanya hambatan dalam pencapaian target produksi batubara hingga akhir tahun, salah satunya karena adanya faktor cuaca yang tidak menentu.
"Beberapa tempat di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan sedang tinggi-tingginya hujan, semata-mata demi keselamatan penambang sehingga perusahaan tambang mengurangi frekuensi produksi," ungkap Sujatmiko.
Reporter: Fariza Ananda
***
Jangan lewatkan informasi seputar Festival UMKM 2021 kumparan dengan mengakses laman festivalumkm.com. Di sini kamu bisa mengakses informasi terkait rangkaian kemeriahan Festival UMKM 2021 kumparan, yang tentunya berguna bagi para calon dan pelaku UMKM.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020