Kumparan Logo

Penerimaan Pajak Capai Rp 1.409 Triliun hingga Agustus 2026, Naik 24,1 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam rapat perdana APBN Edisi Agustus 2026 di Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam rapat perdana APBN Edisi Agustus 2026 di Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Kinerja penerimaan negara menunjukkan penguatan hingga akhir Agustus 2026. Penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 1.409 triliun atau meningkat 24,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy)

Penerimaan perpajakan secara keseluruhan mencapai Rp 1.619,3 triliun atau tumbuh 21,7 persen. Angka itu terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp 1.409 triliun yang melonjak 24,1 persen dan penerimaan kepabeanan cukai Rp 210,2 triliun yang tumbuh 7,8 persen. Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi Rp 435,1 triliun atau meningkat 41,7 persen secara tahunan.

Dari sisi belanja, belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 1.791,5 triliun, sedangkan transfer ke daerah terealisasi Rp 504,3 triliun. Di dalam belanja ini belanja kementerian dan lembaga tercatat Rp 912,4 triliun atau tumbuh 33 persen di atas belanja Kementerian atau Lembaga tahun lalu.

“Tahun ini lebih cepat, belanja kementerian dan lembaga itu. Ini berarti proyek-proyek pemerintah, aktivitas pemerintah berjalan di lapangan, tumbuh 33 persen. Ini adalah suatu kinerja yang baik, karena kita memang menginginkan, kalau APBN itu sudah dibuat, alokasi kepada KL itu sudah diberikan, maka alokasi yang diberikan itu digunakan,” ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9).

Berdasarkan paparan Suahasil dalam APBN KiTa Edisi September 2026, total pendapatan negara mencapai Rp 2.055,69 triliun atau tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut setara 65,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp 3.153,6 triliun.