Kumparan Logo

Pengelola Benarkan Sempat Ada Penutupan Tol, Keputusan di Tangan Pemerintah

kumparanBISNISverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arus lalu lintas di Gerbang Tol Karang Tengah. Foto: Novan Nurul Alam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Arus lalu lintas di Gerbang Tol Karang Tengah. Foto: Novan Nurul Alam/kumparan

Informasi soal penutupan tol arah masuk dan keluar Jakarta, beredar viral di media sosial. Beberapa di antaranya dilengkapi foto dan video, diimbuhi keterangan penutupan itu terkait karantina wilayah untuk mencegah penularan virus corona COVID-19.

Dikonfirmasi soal itu, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, membenarkan sempat ada penutupan sejumlah akses jalan tol. Tapi saat ini akses tersebut sudah dibuka kembali.

"Tadi sempat dilakukan penutupan akses di sekitar gerbang tol Karang Tengah Barat oleh Kepolisian Wilayah, namun saat ini sudah dibuka kembali," katanya menjawab pertanyaan wartawan, Minggu (29/3).

Dia menambahkan, lalu lintas di akses gerbang tol Karang Tengah Barat atau di Jalan Tol Jakarta-Tangerang serta seluruh ruas-ruas lain yang dikelola Jasa Marga, pada hari Minggu (29/3) sore ini, beroperasi secara normal.

Sementara terkait penutupan akses jalan tol dalam waktu tertentu, terkait kemungkinan pemberlakuan karantina wilayah, Heru menjelaskan bahwa pembatasan pergerakan transportasi merupakan kewenangan Pemerintah.

Media brifing Jasa Marga bersama awak media di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Jumat (7/2). Foto: Abdul Latif/kumparan

Di membenarkan bahwa hal tersebut sedang dalam pembahasan antara Pemerintah dengan para pihak terkait (stakeholders), termasuk pengelola jalan tol.

"Saat ini sedang dibahas intensif oleh Pemerintah bersama dengan para stakeholders terkait. Termasuk kami (Jasa Marga) salah satunya," kata Heru kepada kumparan.

Menurut Heru, Jasa Marga akan mendukung dan mengikuti keputusan yang ditetapkan Pemerintah, apa pun ketetapan yang nanti diberlakukan.

Hal senada juga dinyatakan PT Hutama Karya (Persero) yang mengelola tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) ruas Jagorawi-Pondok Pinang.

Skenario apabila macet di tol Cikampek-JORR Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Aries Dewantoro, menyatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan Pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona di Indonesia.

"Hutama Karya akan mengikuti protokol dan instruksi dari Pemerintah dalam pengelolaan ruas tol yang dikelola. Termasuk apabila diberlakukan karantina wilayah DKI Jakarta," kata Aries kepada kumparan.

Ruas tol yang dikelola Hutama Karya tersebut menjadi akses masuk-keluar Jakarta ke arah barat yakni Tangerang Raya dan Banten. Sedangkan ruas-ruas tol kelolaan Jasa Marga yang menjadi akses masuk-keluar Jakarta adalah Tol Jakarta-Tangerang, Tol Jagorawi, serta Tol Jakarta-Cikampek.

kumparan post embed

Polri: Bagian dari Latihan

Terkait penutupan akses masuk dan keluar Jakarta, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, rencana pengamanan itu bagian dari kesiapan Polri jika pemerintah mengambil keputusan untuk lockdown wilayah. Namun, ia menegaskan saat ini opsi lockdown belum ada.

Polisi Mulai Tutup Jalan Tol Menuju Jakarta (29/03/2020) Foto: Dok. Istimewa

"Sekarang situasi Jakarta masih social distancing, physical distancing. Tidak ada karantina wilayah atau lockdown. Tapi kita harus tetap latihan. Apa pun yang terjadi kita sudah latihan," kata Yusri saat dikonfirmasi, Minggu (29/3).

Ia mengatakan setelah rencana pengamanan dilaporkan oleh setiap Polres, maka akan digelar simulasi pengamanan. Semua itu dijalankan agar Polri memiliki gambaran saat rencana karantina wilayah atau pun lockdown, jadi direalisasikan.

*****

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!