Kumparan Logo

Pengembangan Peternakan Sapi Perah di Malang Terhambat Minimnya Lahan

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peternakan sapi di luar Indonesia Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Peternakan sapi di luar Indonesia Foto: Pixabay

Susu sapi menjadi salah satu komoditas terpenting di Jawa Timur, dengan kualitas yang tidak diragukan lagi. Salah satu penghasil susu sapi dan sentra sapi perah adalah Kecamatan Pujon, Malang, Jawa Timur.

Di Pujon, ada 8.000 peternak sapi yang tergabung dalam koperasi Sinau Andhandani Ekonomi (KopSAE) Pujon. Yoko, salah satu anggota KopSAE mengaku saat ini kendala utama para peternak adalah lahan yang menyempit. “Ada alih fungsi lahan. Jadi kita semakin minggir kan. Banyak pembangunan, perumahan, ya,” ungkap Yoko di Pujon, Malang, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Padahal menurut Yoko, harga susu saat ini sedang membaik. Dari peternak, susu sapi segar dijual kisaran Rp 5.200 hingga Rp 5.800 per liter tergantung pada kualitas susu. Sedangkan harga ijoan (pakan sapi dari rumput) hanya berkisar Rp 500 per kilo. Setiap hari, setiap ekor sapi membutuhkan biaya operasional sebesar Rp 50.000. Satu ekor sapi bisa menghasilkan 12-14 liter susu per hari.

AHYdi Peternakan Sapi Boyolali Foto: Ochi Amanaturrosyidah/kumparan

“Jadi selisihnya sedikitlah tapi masih ada untungnya. Sayangnya ya itu enggak bisa nambah (karena lahan terbatas),” ujarnya.

Yoko sendiri saat ini hanya mentok memelihara empat ekor sapi betina produktif dan beberapa pedet (anak sapi). Yoko mengaku ingin memperbanyak sapi, namun kendala lahan lagi-lagi jadi alasannya. Padahal menurut Yoko, dirinya pernah menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI hingga Rp 25 juta. “Itu kan lumayan. Per bulan saya hanya angsur sekitar Rp 500 ribu. Itu enak banget buat usaha,” ujarnya.

Meski demikian, Yoko mengaku akan tetap melanjutkan usahanya. Dia berharap ke depan, usahanya makin berkembang didukung iklim yang baik.

“Kalau harga ijoan rendah, harga susu tinggi, itu udah aman lah,” tandasnya.