Pengguna PLTS Atap di Indonesia Meningkat, Kini Capai 4 Ribu
·waktu baca 1 menit

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap semakin dilirik. Terbukti dari kenaikan data pelanggan yang cukup signifikan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengatakan, saat ini ada sekitar 4.000 pelanggan yang memasang PLTS atap. Angka ini memang masih rendah, tapi meningkat tajam dari 2018.
"Sampai saat ini tercatat sekitar 4 ribu pelanggan yang telah memasang PLTS atap. Jumlah ini sebenarnya meningkat lebih dari 1.000 persen dibandingkan dengan awal 2018 di mana hanya 350 pelanggan yang memasang," ujar Dadan dalam launching GERILYA, Jumat (13/8).
Dia menyebut PLTS atap sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan, baik itu di rumah tangga, perkantoran, industri, bisnis dan bangunan lainnya. Total potensi PLTS atap mencapai 32,5 Gigawatt.
"Meski demikian, dibanding potensi yang ada, dengan manfaat yang ada, angka ini sesungguhnya masih sangat kecil. Pengembangan yang sangat progresif, dan tentu ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan terlebih didorong harga panel surya yang semakin ekonomis," jelasnya.
Selain PLTS atap, pemerintah juga menargetkan penambahan PLTS lainnya. Dua PLTS yang terus didorong pemerintah selain PLTS atap yakni PLTS skala besar dan PLTS terapung.
Untuk PLTS terapung, saat ini pemerintah tengah membangun PLTS Cirata. Kapasitas PLTS Cirata mencapai 145 Megawatt dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
