Kumparan Logo

Pengusaha Minta Dilibatkan Dalam Perumusan Kebijakan Sektor Properti

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi pembangunan rumah. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembangunan rumah. (Foto: Pixabay)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintahmenjaga kestabilan pertumbuhan properti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang konsisten. Para pengusaha juga meminta agar pemerintah melibatkan para pengusaha dan seluruh pemangku kepentingan dalam kebijakan sektor properti.

Ketua Umum Kadin, Rosan P. Roeslani, meminta peraturan baru yang belum ditetapkan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan para pelaku usaha sektor properti sebelum dipublikasikan ke media atau khalayak. Hal ini menjadi perhatian pengusaha karena dinilai akan berpengaruh terhadap kinerja sektor properti Tanah Air.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sediakan Fasilitas Kredit Rumah Bunga Rendah Meninjau Kembali Wacana DP KPR 0 Rupiah yang Digagas Anies-Sandi

Menurut Rosan, kalangan pengusaha saat ini tengah mendorong sektor properti nasional menjadi lebih bergairah. Sebab, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, industri properti nasional mengahadapi tantangan cukup berat yang dipengaruhi perlambatan ekonomi.

“Harus ada pemahaman yang sama antara pemerintah dan para pelaku usaha properti agar industrinya bisa berkembang dengan baik. Industri properti juga memiliki pengaruh penting bagi industri penunjang lainnya," ujar Rosan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (11/4)

Rosan mengatakan sektor properti memiliki multiplier effect yang sangat luas, yaitu terkait dengan 174 industri lainnya antara lain industri keramik, baja, semen, jasa konstruksi, jasa perencanaan, cat, alat listrik, elektronik, funitur dan penyerapan tenaga kerja yang sangat besar.

“Ini menunjukkan industri properti merupakan salah satu lokomotif bagi pembangunan ekonomi nasional," ujarnya.