Kumparan Logo

Penjualan Mi Instan Tembus Rp 12 T, Indofood CBP Untung Rp 1,94 T dalam 3 Bulan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Indofood. Foto: AFP/ROMEO GACAD
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Indofood. Foto: AFP/ROMEO GACAD

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat penjualan bersih perusahaan per kuartal I 2022 atau selama tiga bulan pertama tahun ini tembus Rp 17,18 triliun. Penjualan bersih ini melesat 13,18 persen dibanding penjualan bersih periode kuartal I 2022 sebesar Rp 15,09 triliun.

Meski begitu, laba usaha perusahaan kuartal I 2022 Rp 3,53 triliun atau turun 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,82 triliun. Penyebabnya karena harga bahan baku produksi ICBP mengalami kenaikan.

Meski laba usaha turun, ICBP masih membukukan meraup laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk kuartal I 2022 Rp 1,94 triliun. Laba ini naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,74 triliun.

"Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan sehubungan dengan naiknya harga-harga bahan baku sebagai imbas dari situasi ekonomi global, ICBP mengawali tahun 2022 dengan kinerja yang positif," kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim dalam keterangan resmi, Selasa (31/5).

Penjualan Mi Instan Paling Tinggi

com-Indomie Goreng Foto: Shutterstock

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2022 ICBP, penjualan bersih mi instan menyumbang pendapatan perusahaan paling besar, tembus Rp 12,22 triliun. Penjualan mi instan dengan naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 10,86 triliun. Laba usaha segmen Indomie tercatat sebesar Rp 2,8 triliun.

Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, Sakura, dan Mi Telur Cap 3 Ayam merupakan produk mi instan dari ICBP.

Penjualan segmen terbesar berikutnya adalah dairy (produk susu) sebesar Rp 2,7 triliun. Sedangkan penjualan makanan ringan sebesar Rp 1,01 triliun. Penyedap makanan terjual sebesar Rp 991 miliar.

Indofood mencatat total aset sebesar Rp 121 triliun. Total aset ini naik dibandingkan total aset per akhir Desember 2021 sebesar Rp 118 triliun. Liabilitas per 31 Maret 2022 naik menjadi Rp 64,64 triliun dari Rp 63,34 triliun per akhir Desember 2021. Pada kuartal I 2022, liabilitas jangka pendek sebesar Rp 20,01 triliun, sementara liabilitas jangka panjang sebesar Rp 44,46 triliun.