Kumparan Logo

Penjualan SBR005 Dibatasi Hanya Sampai Rp 5 Triliun

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Bank menyiapkan uang kertas rupiah untuk ATM dan kantor cabang di Jakarta. (Foto: AFP PHOTO / Bay Ismoyo)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Bank menyiapkan uang kertas rupiah untuk ATM dan kantor cabang di Jakarta. (Foto: AFP PHOTO / Bay Ismoyo)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini akan menerbitkan surat utang secara online atau Saving Bond Ritel seri SBR005 pada pukul 09.00 WIB hingga 24 Januari 2019 pukul 10.00 WIB.

Tak seperti seri sebelumnya, kali ini bendahara negara akan memberikan kuota maksimal pada penjualan SBR005. Ketika penjualan mencapai kuota tersebut, permintaan selanjutnya akan otomatis ditutup.

"Akan diberikan kuota maksimal," ujar Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Loto Srinaita Ginting, kepada kumparan, Kamis (10/1).

Namun Loto enggan memberikan lebih lanjut alasan pemerontah memberikan kuota tersebut. Berdasarkan email salah satu mitra distribusi SBR005 kepada kumparan, penjualan SBR005 nantinya akan dibatasi sampai Rp 5 triliun.

Padahal di seri sebelumnya, pemerintah berhasil menjual SBR004 senilai Rp 7,32 triliun, meningkat hampir lima kali lipatnya dari target indikatif Rp 1,49 triliun.

"Untuk SBR005 ini penerimaannya dibatasi maksimum Rp 5 triliun aja loh! Makanya kamu harus siap-siap. Siapa cepat, dia dapat," tulis email salah satu mitra distribusi tersebut. Adapun tingkat imbal hasil atau kupon yang ditawarkan sebesar 8,15 persen untuk periode tiga bulan pertama.

Tujuan dari penerbitan SBR005 ini yaitu mempermudah akses masyarakat untuk berinvestasi di Surat Utang Negara (SUN) ritel. Selain itu juga untuk memperluas basis investor dalam negeri dengan menyediakan alternatif investasi, dan mendukung terwujudnya keuangan inklusif serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2019.

Adapun syarat minimal pemesanan SBR005 ini adalah sebesar Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar dengan tenor dua tahun.

Sama seperti seri sebelumnya, SBR005 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan tidak dapat dicairkan sampai jatuh tempo pada 10 Januari 2021. SBR005 bisa dicairkan maksimal 50 persen pada masa pelunasan sebelum jatuh tempo atau early redemption.

Masyarakat yang ingin berinvestasi di SBR005 dapat membelinya melalui sebelas mitra distribusi yang akan membuka layanan secara daring. Mitra distribusi tersebut yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, BRI, BTN, Trimegah Sekuritas, Bareksa, Tanamduit, Investree, dan Modalku.