Kumparan Logo

Penyaluran KPR Masih Tetap Tinggi di Tengah Pandemi COVID-19

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengajuan KPR. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengajuan KPR. Foto: Shutterstock

Pasar properti dinilai sudah semakin membaik memasuki awal tahun 2021, hal ini dilihat dari penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Meskipun tak dapat dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh sektor perekonomian tak terkecuali sektor properti.

Managing Director of Capital Markets and Investment Services Colliers International, Terence Tang, mengatakan pemulihan pasar properti telah terlihat pada kuartal II 2021 dan diprediksi akan terus berlanjut hingga semester II nanti.

“Pemulihan yang sedang berlangsung di pasar properti utama di Asia Pasifik berlanjut pada kuartal kedua tahun 2021 dan tampaknya akan berlanjut hingga paruh kedua, dibantu oleh permintaan yang kuat untuk aset komersial dari para end user serta investor,” ujar Tang dalam laporan terbaru Colliers, APAC Market Snapshot Q2 2021, Rabu (28/7).

Senada, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mencatatkan kenaikan pada penyaluran KPR hingga Juni 2021. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn mengatakan kenaikan ini didorong oleh iklim bisnis yang mulai kondusif.

“BCA mencatat penyaluran KPR BCA hingga Juni 2021 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2020,” ujar Hera kepada kumparan, Rabu (28/7). Menurut Hera selain faktor kondisi bisnis yang sudah mulai bergerak seiring dengan pelaksanaan vaksinasi, penyaluran KPR juga meningkat karena pemerintah memberikan stimulus untuk penyaluran kredit.

kumparan post embed

Beberapa kebijakan pemerintah yang diberikan sebagai stimulus di sektor properti, antara lain menjaga tingkat suku bunga acuan kredit yang rendah, relaksasi loan to value (LTV) dan termin pencairan developer, serta PPN yang ditanggung pemerintah.

“Sampai dengan bulan Juni lalu, kami telah menerima lebih dari 23.000 aplikasi KPR BCA. Tumbuhnya bisnis hingga kuartal II 2021 ini karena aplikasi-aplikasi KPR yang masuk selama periode HUT BCA 64 di awal tahun mulai direalisasikan,” ujarnya.

Seorang bocah bermain sepeda di kawasan perumahan subsidi pemerintah di Perumahan Sasak Panjang 2, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Meski demikian Hera menyatakan dalam menyalurkan KPR, BCA tetap melakukannya secara prudent dan mengkaji peluang serta mempertimbangkan prinsip kehati-hatian. Sebab pihaknya juga masih turut mencermati perkembangan tantangan terbaru berupa lonjakan kasus COVID-19.

“Kami berharap penyaluran KPR BCA tahun ini akan terus meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Hera.

Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu juga mengatakan KPR di Bank BTN masih tercatat tumbuh hingga bulan Juni 2021. Meski demikian Nixon tidak menampik bahwa ada sedikit koreksi di bulan Juli lantaran kenaikan kasus COVID-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat.

“Kredit masih tumbuh sampai Juni. Juli mungkin agak terkoreksi karena situasi saat ini,” ujar Nixon kepada kumparan.

Menurut Nixon, pengajuan KPR di BTN justru mengalami tren yang meningkat. Hanya saja nasabah hingga saat ini masih menunda lantaran adanya pandemi. Nixon menilai, kondisi ini juga menjadi kendala tersendiri bagi perbankan karena terhambat untuk menemui calon debitur.

“Kita mengunjungi calon debitur aja susah karena COVID. Mau akad aja banyak yang enggak mau atau nunda habis PPKM,” ujarnya. Meski demikian Nixon mengeklaim bahwa NPL KPR di Bank BTN justru menurun. Sayangnya Nixon masih enggan merinci angka detailnya.

“NPL kita malah turun ya, dibanding tahun sebelumnya. Angkanya tunggu nanti ya pas public expose,” tandasnya.

kumparan post embed