Peringkat Kredit Naik, Kebutuhan Dana Smelter Inalum Meningkat hingga 2029

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum mencatatkan kenaikan peringkat korporasi menjadi idAA/Stable dari sebelumnya idAA-/Stable. Di saat yang sama, kebutuhan pendanaan perusahaan diproyeksikan meningkat hingga 2029 seiring pengembangan sejumlah proyek strategis hilirisasi aluminium.
Kenaikan peringkat tersebut diberikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027. Sebelumnya, Pefindo mempertahankan peringkat Inalum di level idAA-/Stable selama dua periode, yakni pada 2024 dan 2025.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan kenaikan peringkat tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi perusahaan untuk menjaga fundamental bisnis dan kesehatan keuangan.
“Peningkatan peringkat ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi Inalum untuk terus menjaga fundamental bisnis dan kesehatan keuangan perusahaan. Di tengah agenda ekspansi perusahaan yang semakin besar, kami akan tetap mengedepankan disiplin investasi, memperkuat tata kelola, serta struktur pendanaan yang prudent,” ujar Melati.
Menurut Melati, perusahaan ingin memastikan ekspansi yang dilakukan tidak hanya meningkatkan daya saing Inalum, tetapi juga menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang serta mendukung kemandirian industri aluminium nasional.
“ Kami ingin memastikan setiap langkah ekspansi perusahaan tidak hanya meningkatkan daya saing Inalum, tetapi menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya kemandirian industri aluminium nasional,” kata Melati.
Kenaikan peringkat satu tingkat tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis dan ketahanan profil keuangan Inalum di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar. Peringkat yang lebih tinggi juga memperkuat kredibilitas perusahaan di mata pemangku kepentingan dan institusi keuangan, sekaligus memberikan fondasi yang lebih kuat untuk mengakses pendanaan.
Kebutuhan Pendanaan Naik
Di tengah penguatan profil kredit tersebut, kebutuhan pendanaan Inalum diproyeksikan meningkat dalam periode 2026-2029. Kenaikan kebutuhan dana terutama berkaitan dengan pengembangan proyek strategis nasional, yakni Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dan Smelter Aluminium II.
Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Inalum memperkuat rantai nilai aluminium yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sebagai bagian dari Grup MIND ID, Inalum juga terus mengembangkan ekosistem industri aluminium nasional melalui proyek SGAR Fase I dan II serta Smelter Aluminium II.
Meski kebutuhan pendanaan meningkat, Inalum menyatakan akan mengelolanya melalui strategi pendanaan yang terukur dan terdiversifikasi. Perusahaan tetap akan menjaga struktur permodalan, likuiditas, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang sehat.
Kondisi tersebut menjadi penting karena agenda ekspansi perusahaan berjalan bersamaan dengan upaya menjaga kesehatan keuangan. Pefindo sebelumnya mencatat profil keuangan yang kuat sebagai salah satu faktor yang mendukung peringkat Inalum, dengan risiko proyek dan fluktuasi harga komoditas menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Dari sisi bisnis, Inalum memiliki posisi strategis di pasar aluminium domestik. Perusahaan merupakan satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia dan didukung sumber energi dari pembangkit listrik tenaga air.
Posisi tersebut juga diperkuat efisiensi operasional dan daya saing biaya. Cash cost Inalum berada pada kuartil pertama dalam kurva biaya global, sementara basis pelanggan perusahaan telah terdiversifikasi.
Dengan penguatan fundamental dan kenaikan peringkat kredit tersebut, Inalum akan melanjutkan agenda ekspansi sekaligus menjaga disiplin finansial, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan.
Perusahaan menargetkan pengembangan proyek-proyek strategis tersebut dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing industri aluminium nasional sekaligus memperkuat hilirisasi dan penciptaan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.
