Kumparan Logo

Perkuat Bisnis Logistik, Garuda Datangkan 3 Drone dari China

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pameran Drone di Lapangan Terbang LAPAN  Foto: Ferio Pristiawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pameran Drone di Lapangan Terbang LAPAN Foto: Ferio Pristiawan/kumparan

Untuk memperkuat bisnis logistik, PT Garuda Indonesia Tbk akan mendatangkan 3 unit pesawat tanpa awak alias drone. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Garuda Indonesia, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa penggunaan drone untuk bisnis kargo dinilai mampu mereduksi risiko dan mengoptimalkan kinerja pengangkutan barang.

"Selain itu juga karena kami akan melakukan efisiensi biaya. Mengingat masyarakat minta agar tarif kargo diturunkan ya kita enggak mungkin menurunkan yang eksisting. Kondisi tarif yang sekarang saja untungnya minim buat kita, sehingga kita gunakan drone," katanya saat dihubungi kumparan, Selasa (2/4).

Lebih lanjut dia mengatakan, drone ini akan menjadi masa depan bisnis kargo. Drone bisa menjangkau wilayah terpencil dan juga tidak membutuhkan landas pacu (runway) yang panjang.

"Hanya butuh jarak sekitar 600 meter untuk runway drone," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, IGN Askhara Danadiputra menambahkan, biaya investasi yang digelontorkan untuk mendatangkan drone ini sekitar USD 1 juta per unit atau Rp 14 miliar (kurs dolar Rp 14.000).

Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Harga drone jauh lebih murah ketimbang pesawat jenis ATR yang mencapai USD 22 juta per unit. Ditambah lagi, kebutuhan bahan bakar drone jauh lebih rendah.

Meski begitu, dia mengaku tetap akan menggunakan pesawat konvensional seperti A330-300 untuk mengirim kargo jarak jauh.

"Drone ini fungsinya nanti akan menghubungkan dari hub-hub di domestik khususnya di wilayah timur. Lumayan untuk menutup biaya operasional selama ini, kita tidak perlu lagi menggunakan biaya pegawai dan set kru seperti di pesawat konvensional," tambahnya.

Drone yang dipesan oleh Garuda Indonesia ini merupakan jenis Harbin BZK-005 dari Beijing, China. Drone ini disinyalir mampu terbang selama 4,5 jam di jarak maksimal 1.200 kilometer dan ketinggian 5.000 meter. Adapun kecepatan terbang drone mencapai 300 km/jam. Bobot berat yang mampu dibawa drone satu ini pun terbilang cukup banyak, sekitar 1 ton saat take off.

"Kita memilih dari Beijing karena memang pilihan yang ada baru disana. Bahkan US pun sampai sekarang masih belum commercial announce, yang ada kemarin hanya change aircraft saja. Ini kita yang menginisiasi pengiriman kargo gunakan drone. Tempat lain belum ada, Asia Tenggara saya rasa belum ada," pungkasnya.