Kumparan Logo

Pertamina Belum Dapat Bocoran Formula EOR Chevron di Blok Rokan

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertamina Lifting Perdana Minyak Mentah Chevron di Blok Rokan. Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Pertamina Lifting Perdana Minyak Mentah Chevron di Blok Rokan. Foto: Dok. Pertamina

Kontrak Chevron di Blok Rokan akan habis pada Juli 2021, mulai 9 Agustus 2021, hak kelolanya diambil 100 persen oleh Pertamina. Teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) diperlukan untuk mengoptimalkan produksi karena sumur-sumur minyak di Blok Rokan sudah berusia tua dan telah dikeruk Chevron puluhan tahun.

Namun, Chevron sampai saat ini masih enggan memberikan formula EOR yang digunakannya di Blok Rokan. Pertamina pun terus berupaya memperolehnya demi menjaga produksi di Blok Rokan.

"Chemical EOR kita masih diskusi B to B (business to business) dengan Chevron," kata Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Whisnu Bahriansyah, dalam pertemuan dengan awak media di Plataran Menteng, Jakarta, Selasa (2/3).

Ia menambahkan, pihaknya terus menjalankan berbagai persiapan untuk mengelola Blok Rokan 5 bulan lagi. Persiapan tersebut mulai dari pengeboran, teknologi, transfer aset dan sumber daya manusia dari Chevron ke Pertamina, dan sebagainya.

"Ada 9 tahap, contohnya transfer aset, IT, pengeboran, SDM, dan lain-lain. Kita sadar Agustus sebentar lagi, tapi Insyaallah kita on progress. Mohon doanya agar kita tidak delay," ujarnya.

Pertamina Lifting Perdana Minyak Mentah Chevron di Blok Rokan. Foto: Dok. Pertamina

Rencananya, Pertamina akan mengebor 44 sumur untuk di Blok Rokan pada tahun ini. "Rokan itu lapangan yang sudah mature, akan decline. Kita usahakan produksi kalau bisa tidak decline atau decline-nya sedikit. Kita akan ngebor sumur cukup banyak di 2021 untuk pertahankan produksi base line agar turunnya tidak terlalu jauh," kata Whisnu.

Persiapan lainnya, Pertamina mencari mitra untuk mengelola Blok Rokan. Kata Whisnu, ada beberapa calon mitra yang sedang diseleksi Pertamina.

"Sesuai amanah Menteri ESDM, kita memang harus cari partner. Ada beberapa yang mengajukan partnership," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian ESDM mendorong agar Pertamina membuat sendiri formula EOR di Blok Rokan jika PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang saat ini mengelola blok tersebut enggan menyerahkannya.

kumparan post embed

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan, formula EOR yang digunakan Chevron untuk menggenjot produksi migas di Blok Rokan memang tidak bisa diberikan begitu saja ke Pertamina. Sebab, formula tersebut milik Chevron.

"Nah kalau formulanya tidak bisa didapatkan, ya Pertamina bikin sendiri formulanya. Hanya saja butuh waktu yang tidak sebentar karena perlu pengalaman," kata Tutuka.

Diakui Tutuka, tidak mudah menciptakan formula EOR yang saat ini digunakan di Lapangan Minas. Sebab, injeksinya dilakukan di tengah-tengah lautan sumur sehingga memerlukan teknik yang cukup canggih.