Pesawat Tempur Seharga Rp 25 M Jadi Puing Setelah Tabrakan di Udara dan Terbakar
ยทwaktu baca 2 menit

Dua pesawat tempur jenis Super Tucano T-27 seharga masing-masing Rp 25 miliar, tabrakan di udara dan terbakar. Kecelakaan itu terjadi saat armada Super Tucano milik Angkatan Udara (AU) Kolombia tersebut sedang menggelar latihan.
Dikutip dari simpleflying.com, peristiwa yang terjadi Sabtu (1/7) sore itu menewaskan dua pilot AU Kolombia. Sementara kedua pesawat terjatuh dan menyisakan puing-puing.
Pesawat yang bertabrakan di udara tersebut, memang telah berusia lebih dari 30 tahun. Meski demikian, belum ada informasi apakah penyebab kecelakaan berkaitan dengan usia pesawat yang sudah tua. "Komisi inspeksi telah dikirim ke tempat kejadian untuk melakukan penyelidikan guna menentukan penyebab kecelakaan," jelas AU Kolombia.
Pesawat Super Tucano merupakan buatan industri dirgantara Brasil, Embraer. Pada medio 1987-an harga setiap unit berkisar USD 1,5 juta atau dengan kurs saat ini di kisaran Rp 25 miliar. Itu belum termasuk paket persenjataan serta biaya pelatihan untuk kru pesawat.
Untuk sekali terbang, pesawat bermesin Turboprop dengan baling-baling tunggal tersebut, menelan biaya USD 1.000 per jam atau sekitar Rp 14,9 juta.
TNI AU pun memiliki armada Super Tucano meski dari tipe berbeda dengan yang mengalami kecelakaan di Kolombia. Indonesia memiliki 16 pesawat EMB-314 Super Tucano yang dibeli Pemerintah Indonesia dari Brasil pada 2012 lalu. Armada tersebut ditempatkan di Skadron 21 Abdurrahman Saleh, Malang.
EMB-314 Super Tucano merupakan hasil pengembangan pesawat latih EMB-312 Tucano yang dirilis pertama kali oleh Embraer pada tahun 1983. EMB-314 Super Tucano sendiri baru diluncurkan pada tahun 1992.
Pesawat tempur EMB-314 Super Tucano terdiri dari dua versi, yakni tipe A-29ALX (kursi tunggal) dan AT-29B (kursi ganda). Khusus versi kursi ganda juga dapat digunakan sebagai elemen pesawat latih lanjut. Versi inilah yang dimiliki oleh TNI AU.
