Petani Apresiasi Upaya Kementan Mengembalikan Kejayaan Rempah-rempah

Kementerian Pertanian berniat ingin mengembalikan kejayaan rempah-rempah Nusantara. Dana sekitar Rp 2,7 triliun dialokasikan khusus untuk pengembangan rempah-rempah di tahun ini.
Upaya ini disambut baik oleh Founder La Dame in Vanilla Lidya Angelina Rinaldi. Petani sekaligus pengusaha olahan vanili ini mengatakan selama ini dia tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
"Selama ini enggak ada, ya. Kami beli sendiri untuk bibitnya," ungkap Lidya kepada kumparan (kumparan.com), Senin (5/2).
Menurut dia, rempah vanili merupakan salah satu tumbuhan yang perawatannya cukup sulit. Membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menghasilkan vanili bean dengan kualitas terbaik. Dari proses tanam bibit hingga panen membutuhkan waktu 3 tahun. Sedangkan jika diambil dari batang vanili yang sudah tumbuh kemudian dilakukan kawin manual akan membutuhkan waktu 12 hingga 16 bulan. Inilah salah satu alasan harga vanili bisa sangat mahal. Harga di pasaran sekarang berkisar Rp 5-7 juta per kg.
Selain itu jumlah petani vanili sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan vanili, Lidya bekerja sama dengan dua kelompok petani. Pun demikian, Lidya mengaku beberapa petani kini mulai beralih untuk menanam rempah-rempah lain seperti kopi dan cokelat.

"Mereka bilang, Bu maaf sepertinya kami mau nanam cokelat sama kopi aja soalnya duitnya cepat dapetnya, karena memang proses tanam vanili sangat lama," ujar Lidya.
Meski hasilnya menjanjikan namun proses yang panjang membuat sebagian petani akhirnya beralih. Dalam satu hektaer tanah, petani dapat menghasilkan 200-300 kg green bean vanili. Vanili yang baru dipanen tersebut harus melalui beberapa tahapan hingga pengeringan dan menjadi bean vanili.
"Itu nanti paling misal dari 100 kg green bean, hanya jadi sekitar 10 kg vanili. Jadi susutnya memang lumayan ya," ujarnya.
Belum lagi jika vanili ini mengalami gagal panen. Pasalnya petani vanili tidak menggunakan pestisida dan bergantung pada kondisi alam.
"Kalau udah nanam lama terus gagal panen, drop abis bahkan abis-abisan. No, enggak ada pemerintah yang kasih subsidi apa-apa. Nothing," tegas Lidya.
Untuk itu Lidya mengharapkan pemerintah betul-betul berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia khususnya vanili. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan memberikan bantuan bibit gratis dan perluasan areal tanam rempah-rempah.
"Ya kalau beneran ada dana Rp 2,7 triliun, well let’s see. Amin, positive thinking deh," serunya.
