Kumparan Logo

PIK-BSD Jadi PSN Baru, Kemenko Perekonomian Pastikan Dana dari Investor Swasta

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana mall PIK di Jakarta. Foto: Okim Komariah Dahlan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Suasana mall PIK di Jakarta. Foto: Okim Komariah Dahlan/Shutterstock

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali buka suara soal adanya tambahan proyek yang masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN). Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Bumi Serpong Damai (BSD) salah dua di antara 14 PSN baru yang diusulkan.

Asisten Deputi Percepatan dan Pemanfaatan Pembangunan Kemenko Perekonomian Suroto mengatakan, agenda rapat di Istana Negara pada 18 Maret 2024 memang membahas percepatan PSN dan adanya usulan 14 PSN baru.

"PSN yang disetujui, semua pembiayaannya berasal dari investor swasta (tidak membutuhkan dukungan dana APBN), yang ditujukan untuk mendukung kebijakan percepatan hilirisasi, mendukung konektivitas dan pengembangan ekonomi nasional dan daerah, serta penciptaan lapangan kerja," jelas Suroto dalam keterangan resmi, Sabtu (23/3).

Berikut rincian14 PSN tersebut:

  1. Pantai Indah Kapuk Tropical Concept

  2. Kawasan Industri Wiraraja di Pulau Galang

  3. North Hub Development Project

  4. Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate di Parigi Moutong Sulawesi Tengah

  5. Kawasan Industri Patimban Industrial Estate di Subang

  6. Industri Giga Industrial Park, Sulawesi Tenggara

  7. Kawasan Industri Kolaka Resource

  8. Kawasan Pesisir Surabaya Water Front

  9. Kawasan Industri Stargate Astra, Sulawesi Tenggara

  10. Neo Energy Morowali

  11. Kawasan Pengembangan Terpadu di Bumi Serpong Damai

  12. Kawasan Industri Toapaya, Bintan

  13. Jalan Tol di Section Harbour Road II

  14. Tol Dalam Kota Bandung

instagram embed

Dari 14 PSN baru tersebut, 8 merupakan PSN Kawasan Industri, 2 Kawasan Pariwisata, 2 Jalan Tol, 1 Kawasan Pendidikan, Riset dan Teknologi, dan Kesehatan, dan 1 Proyek Migas Lepas Pantai.

Suroto mengatakan, setiap usulan PSN harus ada surat rekomendasi teknis dari menteri terkait. Adapun untuk pengembangan Kawasan PIK dari Menteri Parekraf dan untuk pengembangan Kawasan BSD dari Menkes.

Terkait Pengembangan Green Area dan Eco-City yang berlokasi di lokasi PIK 2 di Provinsi Banten, pengembangan wilayah berbasis hijau ini dinamakan Tropical Coastland seluas sekitar 1.756 Ha yang ditujukan sebagai destinasi pariwisata baru dan meningkatkan attractiveness bagi wisatawan, yang berbasis hijau di Provinsi Banten.

Destinasi pariwisata ini didesain untuk mengakomodasi juga kawasan wisata mangrove yang merupakan mekanisme pengamanan pesisir secara alami. Proyek ini juga sudah didukung secara langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan pertimbangan lokasi yang diusulkan sangat strategis karena berdekatan dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kepulauan Seribu dan Kota Tua-Sunda Kelapa.

Rencana ini dapat membuka peluang usaha dan investasi, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di Provinsi Banten dan sekitarnya.

Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan PIK 2 Tropical Coastal dibiayai dengan dana bersumber non-APBN, serta komitmen dari Badan Usaha Pengusul untuk melakukan pembangunan secara bertahap dengan rencana opening tahap I berupa danau dan tempat ibadah sebagai destinasi wisata taman bhineka paling lambat kuartal 3 (Q3) Tahun 2024.

"Proyek ini diharapkan akan menyerap 6.235 tenaga kerja secara langsung dan 13.550 tenaga kerja sebagai efek pengganda dengan nilai investasi Rp 65 triliun," ujarnya.

Ilustrasi properti di Bumi Serpong Damai. Foto: Akhmad Dody Firmansyah/Shutterstock

Sementara terkait Pengembangan Kawasan Terpadu di Bumi Serpong Damai, tidak untuk keseluruhan Kawasan BSD, tetapi hanya untuk kawasan dengan luasan sekitar 59,6 Ha.

Pengembangan wilayah berfokus pada pendidikan-biomedical-digital. Proyek ini sejalan dengan rencana pengembangan Biomedical Campus Terintegrasi di area tersebut. Hal ini untuk mendukung program pengembangan kualitas pendidikan dan kualitas penanganan kesehatan (medis) secara nasional.

Kawasan ini nantinya juga akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, yang mengembangkan pendidikan, riset kesehatan, ekonomi digital, pengembangan teknologi, layanan kesehatan dan biomedical. Proyek ini didukung oleh Menteri Kesehatan yang telah menerbitkan Surat Rekomendasi untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Kawasan BSD City.

Untuk pengembangan biomedical area di BSD, pengembangan ditargetkan sampai dengan 30 tahun. Untuk milestone pertama di 2024, adalah dengan adanya Grand Opening BioMedical Campus di tahun 2024.

Nilai Investasi sekitar Rp 18,54 triliun. Proyek ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebesar 10.065 orang (secara langsung maupun tidak langsung), dengan estimasi penghematan devisa sebesar Rp 10,1 triliun dan perolehan devisa sebesar Rp 5,6 triliun dari pengembangan layanan Kesehatan dan Biomedical.