Kumparan Logo

Polling kumparan: 25,06% Pembaca Tertarik Habiskan Masa Tua di Panti Jompo

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di RUKUN Senior Living, Sentul, Kab. Bogor. Foto: Aurelia Lucretie/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di RUKUN Senior Living, Sentul, Kab. Bogor. Foto: Aurelia Lucretie/kumparan

Sebanyak 25,06 persen atau 326 pembaca kumparan mau menghabiskan masa tua di panti jompo. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 19-26 Oktober 2025.

Total ada 1.301 pembaca yang menjawab polling ini. Sedangkan, sebanyak 74,94 persen atau 975 pembaca enggan tinggal di panti jompo di masa tua.

embed from external kumparan

Daycare lansia kini menjamur di berbagai wilayah. Berbeda dengan Panti Jompo yang lansianya harus menginap, daycare lansia mirip dengan daycare anak-anak. Para lansia datang pagi dan pulang di sore hari, bisa pakai pendamping maupun datang sendiri.

Selain daycare lansia, layanan hunian tetap jangka panjang yakni panti jompo swasta atau lebih sering disebut senior living juga tumbuh.

Ruang makan di RUKUN Senior Living. Foto: Aurelia Lucretie/kumparan

Layanan ini menawarkan hunian mandiri untuk lansia, ditambah dengan berbagai kegiatan dan layanan premium di dalamnya.

Menjamurnya daycare dan panti jompo tak lepas dari meningkatnya lansia di Indonesia. Lansia di Indonesia diproyeksikan mencapai 65,82 juta orang atau mencapai 20,31 persen dari total penduduk pada 2045.

Biaya layanan lansia swasta bisa jadi tidak bisa dijangkau semua orang. Namun nyatanya pasar dan permintaan akan layanan-layanan ini tetap eksis. Biaya layanan lansia seperti panti jompo pun beragam tergantung kelas, mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 22 juta per bulan.