Kumparan Logo

Polling kumparan: 57,07% Pembaca Lebih Suka Bayar MRT Tetap Pakai OVO-GoPay

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menaiki MRT Jakarta pada Kamis (22/6/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga menaiki MRT Jakarta pada Kamis (22/6/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sebanyak 57,07 persen pembaca kumparan lebih suka bayar MRT tetap pakai OVO-Gopay. Angka ini berasal dari polling kumparan yang beredar pada 12-26 Juli 2023.

Polling ini diisi oleh 1.682 responden. Sebagian besar, yakni 57,07 persen atau 960 responden lebih enak bayar MRT tetap pakai OVO-Gopay. Sementara sisanya, yaitu 42,93 persen atau 722 orang enggak masalah Ovo-Gopay tak bisa lagi bayar MRT .

embed from external kumparan

Sebelumnya, penumpang MRT kini tak bisa menggunakan pembayaran dengan uang elektronik seperti GoPay, OVO, DANA, dan LinkAja. Kebijakan itu sudah berlaku sejak Sabtu (1/7) lalu.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo mengungkapkan keempat dompet digital itu tidak dapat digunakan lagi, lantaran kontrak kerja sama dengan PT MRT Jakarta telah usai.

"Kondisi ini terjadi karena periode kontrak kerja sama dengan para mitra e-wallet tersebut berakhir, dan belum ada kesepakatan atau keinginan dari para mitra tersebut untuk memperpanjang kerja sama," ujar Tomo kepada kumparan, Jumat (30/6).

Sementara, Direktur Utama MRT, Tuhiyat, bilang alasan keempat dompet digital itu tak lagi ada di MRT karena kontrak sudah selesai.

Tuhiyat mengaku tak bisa memaksakan mereka untuk terus bekerja sama dengan MRT. Tapi perusahaan akan terbuka jika mereka ingin berkolaborasi lagi.

Dirut MRT Jakarta, Tuhiyat dan Direktur Operasional & Pemeliharaan MRT Jakarta, Muhammad Effendi, pada Forum Jurnalis MRT Jakarta, Dukuh Atas, Rabu (12/7/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan

“Kami berkontrak dengan beberapa payment channel seperti OVO, GoPay, Dana, dan kami berharap kontrak itu lanjut. Kami bahkan mem-push mereka untuk tetap kerja sama dengan MRT. Tapi kami juga tidak bisa paksakan kalau misalkan mau diakhiri,” tutur Tuhiyat pada Forum Jurnalis MRT Jakarta, Rabu (12/7).

Tuhiyat menuturkan belum ada kesepakatan lebih lanjut antara MRT dengan para dompet digital tersebut mengenai kontrak perpanjangan, sehingga kemitraan harus berhenti pada awal Juli kemarin.

“Tapi dari hati yang paling dalam, untuk maintain pelanggan, direksi, dan segenap jajaran berharap payment channel kemarin bisa bekerja sama kembali,” katanya.

Untuk mengantisipasi pengurangan opsi pilihan pembayaran ini, MRT membuka kesempatan bagi dompet digital lain untuk bekerja sama, agar dapat memperkaya pilihan pembayaran bagi pengguna transportasi umum tersebut. Namun demikian, Tuhiyat tidak bisa merinci target kerja sama MRT dengan perusahaan e-payment berikutnya.