Populer: Brunei Tepis Mau Bikin Kereta Cepat; Perbaikan Tol Bocimi 2-3 Bulan

7 April 2024 4:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kereta cepat. Foto: PT KCI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kereta cepat. Foto: PT KCI
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kabar mengenai pemerintah Brunei Darussalam yang menepis kabar akan membuat moda transportasi Kereta Cepat menjadi berita yang ramai dibaca di kumparanBisnis sepanjang, Sabtu (6/4).
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada juga informasi mengenai perbaikan Tol Bocimi yang amblas membutuhkan waktu hingga tiga bulan. Berikut rangkumannya:

Pemerintah Brunei Tepis Kabar Akan Buat Kereta Cepat

Kabar mengenai perusahaan Brunei, Brunergy Utama, yang disebut akan membangun Kereta Cepat bernama Trans-Borneo, menghubungkan Indonesia dengan Malaysia telah ditepis oleh Pemerintah Brunei Darussalam.
Hal ini diutarakan Kementerian Perhubungan dan Infokomunikasi, Brunei Darussalam, melalui laman resminya.
Dalam hal ini, Pemerintah Brunei membantah ada perusahaan asal Brunei yang ditunjuk untuk menggarap proyek Trans-Borneo.
"Sehubungan dengan itu, Kementerian Perhubungan dan Infokomunikasi ingin menyampaikan pernyataan bahwa Pemerintah Yang Mulia Sultan dan Yang Di Pertuan Negara Brunei Darussalam tidak pernah menawarkan atau bahkan menunjuk perusahaan lokal atau asing untuk menangani proyek tersebut," tulis keterangan tertulis dari Pemerintah Brunei, dikutip Sabtu (6/4).
Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (10/5/2023). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Pemerintah Brunei mengaku belum ada diskusi resmi di tingkat pemerintah atau antara negara bagian dan pihak-pihak yang berkepentingan, mengenai masalah ini.
ADVERTISEMENT
"Untuk proyek sebesar itu tentunya memerlukan komitmen dari pemerintah masing-masing terlebih dahulu," tulis rilis tersebut.
Sebelumnya, Nikkei Asia memberitakan Brunergy Utama, perusahaan asal Brunei akan membangun proyek Kereta Trans-Borneo. Kereta cepat ini akan membentang sepanjang 1.620 kilometer dari sisi barat ke sisi timur Kalimantan (IKN), melintasi tiga negara Asia Tenggara.

Perbaikan Tol Bocimi makan waktu tiga bulan lamanya

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan perbaikan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Bocimi) di KM 64+600 A yang mengalami longsor membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan.
"Penanganan permanen akan kita upayakan selesai dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan," ujar Basuki melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (7/4).
Basuki melakukan peninjauan penanganan darurat ke lokasi longsor didampingi Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.
Petugas melintas di sekitar jalan tol yang amblas di ruas tol Bocimi KM 64, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/4/2024). Foto: ANTARA FOTO/Henry Purba
Pada saat tinjauan di lokasi, Jumat (5/4) kemarin, Basuki mengatakan penanganan sementara telah mulai dilakukan dengan pemasangan tiang pancang (sheet pile) untuk memperkuat bagian timbunan jembatan yang longsor.
ADVERTISEMENT
"Untuk penanganan sementara dalam tiga hari ini akan dipasang sheet pile dan ditutup terpal agar terlindungi dari hujan. Kemudian, Senin (8/5) nanti kita akan monitor kembali dan tes beban," kata Basuki.
Untuk memastikan keamanan pada ruas Tol Bocimi, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga akan melakukan pengecekan secara menyeluruh pada titik-titik rawan longsor di ruas Tol Bocimi.
Sementara, saat ini Kementerian PUPR akan upayakan jalur B tetap dapat digunakan satu arah bagi kendaraan kecil untuk kelancaran mudik Lebaran 2024.