Kumparan Logo

Populer: Pemerintah Bahas HP Gratis; Target 35.000 Kopdes Operasional

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi - Anak Anak Bermain Handphone. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi - Anak Anak Bermain Handphone. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Rencana pembagian HP gratis oleh pemerintah menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (14/10). Selain itu, target operasional 35.000 Koperasi Desa Merah Putih pada akhir 2026 juga menyita perhatian.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Kemenko Perekonomian Mulai Bahas Rencana Bagi HP Gratis, Anggaran Masih Dikaji

Ilustrasi - Anak Anak Bermain Handphone. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mulai membahas rencana pengadaan telepon seluler gratis untuk masyarakat guna mendukung digitalisasi layanan keuangan dan memperluas akses perbankan. Saat ini, sekitar 30 persen penduduk Indonesia tercatat belum memiliki rekening bank. Program ini dirancang untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial secara digital sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara.

Terkait anggaran dan kementerian penanggung jawab, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo menyatakan detail pelaksanaan masih dalam tahap pengkajian intensif. Meski demikian, pemerintah menargetkan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp 50 ribu dapat direalisasikan mulai 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menambahkan tahap awal program diprioritaskan untuk masyarakat desil I hingga desil IV. Penetapan prioritas ini mencakup sasaran sekitar 25,1 juta penduduk sebelum nantinya program diperluas ke kelompok masyarakat lainnya.

35.000 Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Beroperasi pada Akhir 2026

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir dalam Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang. Foto: Dok istimewa

Pemerintah menargetkan sebanyak 35.000 Koperasi Desa Merah Putih dapat beroperasi penuh pada akhir 2026. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, saat ini hampir 29.000 Kopdes telah siap, di mana 8.000 unit di antaranya diprioritaskan untuk dilengkapi sarana operasional dan komoditas utama seperti pupuk bersubsidi, gula, minyak goreng, LPG, hingga beras secara bertahap hingga akhir Oktober 2026.

Selain berfungsi sebagai jaringan distribusi kebutuhan pokok, Kopdes Merah Putih disiapkan sebagai sarana penyaluran bantuan pangan beras SPHP dan program bansos beras. Program bantuan beras tersebut diproyeksikan menyasar 33,2 juta penerima dengan total alokasi komoditas mencapai 1 juta ton setelah proses pemutakhiran data penerima selesai.

Guna memastikan kelancaran operasional, pemerintah melakukan pemantauan intensif selama delapan hari mulai Kamis (15/10) terhadap 8.000 Kopdes dengan melibatkan lintas kementerian, pemda, dan TNI. Pendampingan dan bimbingan berkelanjutan disiapkan agar koperasi mampu tumbuh mandiri dalam rentang waktu satu hingga dua tahun ke depan.