Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Populer: Petinggi Gerindra Komut Pertamina; OJK soal Muhammadiyah Alihkan di BSI
11 Juni 2024 5:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada juga kabar soal tanggapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pengalihan dana Muhammadiyah dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Berikut rangkumannya.
Petinggi Gerindra Jadi Komut Pertamina
Petinggi atau Dewan Pembina partai Gerindra, Simon Aloysius Mantiri resmi diangkat sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina.
Berdasarkan penelusuran kumparan, Simon Aloysius Mantiri masuk dalam jajaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, dan menjabat sebagai Wakil Bendahara.
Selain itu, Simon juga merupakan pengurus Gerindra Periode 2020-2025 dan tercatat sebagai salah satu anggota Dewan Pembina dari total 48 anggota.
“Kementerian BUMN selaku pemegang saham memutuskan untuk melakukan perubahan pada susunan Dewan Komisaris Pertamina,” tulis manajemen yang diterima kumparan.
ADVERTISEMENT
Adapun RUPS Tahunan Tahun Buku 2023 Pertamina yang dilaksanakan hari ini, Senin (10/6).
“Pemegang Saham telah menunjuk Bapak Simon Aloysius Mantiri sebagai Komisaris Utama Pertamina, serta menugaskan Bapak Condro Kirono sebagai Komisaris Independen Pertamina,” tambahnya.
Berikut susunan Dewan Komisaris Pertamina setelah RUPST Tahun Buku 2023:
1. Komisaris Utama & Independen: Simon Aloysius Mantiri
2. Komisaris Independen: Condro Kirono
3. Komisaris: Heru Pambudi
4. Komisaris: Letjen TNI (Mar) (Purn) Bambang Suswantono,S.H., M.H., M.Tr. (Han)
5. Komisaris Independen: Alexander Lay
6. Komisaris Independen: Ahmad Fikri Assegaf
7. Komisaris Independen: Iggi H. Achsien
OJK Buka Suara Soal Muhammadiyah Alihkan Dana dari BSI
OJK angkat bicara soal langkah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mengalihkan dananya dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) ke sejumlah bank syariah lainnya. Informasi pengalihan dana ini diketahui berdasarkan memo Muhammadiyah Nomor 320/I.0/A/2024 mengenai konsolidasi dana yang diterima kumparan.
ADVERTISEMENT
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan fenomena yang terjadi ini masih cukup normal terjadi antara bank dan nasabahnya.
"Saya kira memang orang menyimpan dan menarik suatu fenomena yang sebetulnya biasa ya," kata Dian dalam konferensi pers RDK OJK Bulanan Mei 2024 secara virtual pada Senin (10/6).
Di sisi lain, Dian juga mengingatkan, dengan adanya kejadian ini, bank-bank di Tanah Air harus memenuhi kecukupan likuiditasnya. Dia mewanti-wanti bank harus siap dengan kemungkinan penarikan dana oleh nasabah dalam jumlah kecil maupun besar.
Meski dalam kasus ini, Dian menilai, usai adanya pengalihan dana, likuiditas BSI masih memadai. Sehingga menurut dia, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.
"Sehingga tentu manajemen likuiditas, manajemen risiko itu harus tetap dipertahankan gitu dan kalau kita melihat sejauh ini BSI ini kan masih sangat liquid ya dan tidak ada isu yang perlu dikhawatirkan sebetulnya dengan masalah penarikan dana ini," jelas Dian.
ADVERTISEMENT