kumparan
7 April 2019 11:09

Prabowo: 5 Tahun Anggaran Bocor 10.000 T, Bisa Bangun Berapa Pabrik?

Capres 02 Prabowo Subianto usai salat subuh berjemaah dalam rangkaian kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/4/2019) Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, kembali mengkritik keras pemerintahan Jokowi dalam Pidato Kampanye Akbar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/4). Salah satu hal yang disorot Prabowo yaitu mengenai temuan KPK yang menyebut kebocoran pendapatan negara hingga Rp 2.000 triliun per tahun.
ADVERTISEMENT
Menurut Prabowo, uang yang bocor itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam 5 tahun, jika merujuk pada data KPK, uang yang bocor mencapai Rp 10.000 triliun.
"Saya katakan kekayaan sudah diambil, tapi elite kita membantah. Tahu-tahu kemarin KPK mengatakan yang bocor Rp 2.000 triliun. Bayangkan apa yang bisa kita bangun dengan Rp 10.000 triliun, berapa pabrik yang bisa kita bangun?" ujarnya.
Prabowo menambahkan, kebocoran tersebut disebabkan oleh banyaknya kekayaan yang lari ke luar negeri. Selain itu, maraknya korupsi membuat pendapatan negara tergerus.
"Rakyat kita, air bersih saja tak punya. Republik apa yang tak bisa memberi air bersih untuk rakyat. Republik apa, yang ada warganya gantung diri karena tak bisa makan. Ini adalah republik yang sudah dirampok dari rakyat," tegasnya dengan nada tinggi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Prabowo menyampaikan, salah kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat negara rugi. Ia juga menuding anggaran untuk proyek infrastruktur dilipatgandakan.
"Nanti ada yang bilang mana buktinya. Insyaallah Prabowo-Sandi akan menindak lanjuti bukti itu, kita akan panggil koruptor itu, sadar, kembalikan lah uang yang kau curi," sambungnya.
Secara umum, Prabowo menyindir pemerintah yang mengklaim ekonomi Indonesia bagus. Kata dia, saat ini banyak masyarakat yang hidup susah.
"Ekonomi baik, pertumbuhan ekonomi 5 persen. Ndasmu! Bung, kita butuh pekerjaan, bukan kartu. Betul?" tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan