Kumparan Logo

Prabowo Bakal Libatkan Swasta Garap Aset BUMN yang Belum Optimal

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo mengungkapkan ada aset-aset BUMN yang belum dikelola dengan optimal. Ke depan, ia akan mengajak swasta untuk turut melakukan pemanfaatan bersama aset yang meliputi tanah, gedung, jaringan, kawasan sampai fasilitas lainnya.

“Pemerintah akan mempermudah kerja sama pemanfaatan aset-aset BUMN yang belum optimal dioperasikan, akan kita ajak swasta melalui kompetitif dan akuntabel serta menjaga kepemilikan strategis negara, kita akan membuka supaya aset-aset yang tidak produktif dikerjakan oleh bumn bisa dikerjakan oleh pihak swasta di seluruh Indonesia,” kata Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan 2027 di Gedung Parlemen, Jumat (14/8).

Prabowo menilai langkah itu sebenarnya bukan hal baru di negara lain. Ia mengatakan India menjadi salah satu negara yang sudah menerapkan sistem serupa lewat National Monetisation Pipeline (NMP).

“Kita harus belajar dan berani belajar dari negara lain, india telah menjalankan apa yang mereka sebut National Monetisation Pipeline, swasta diberi ruang mengoperasikan aset publik yang telah terbangun, kepemilikan tetap pada negara, modal yang diperoleh diputar kembali untuk membangun infrastruktur baru,” ungkap Prabowo.

Prabowo mencontohkan salah satu skema tersebut dapat digunakan untuk pemanfaatan bandara yang selama ini belum optimal dikelola oleh BUMN.

“Kalau ada bandara, ada airport yang kurang maksimal dioperasikan, kita bisa membuka peluang untuk swasta mengoperasikan itu tentunya kepemilikan tetap oleh negara, tapi kalau mereka bisa lebih efisien, kreatif, inovatif, kenapa tidak,” tutur Prabowo.