Kumparan Logo

Prabowo Minta KAI Perbaiki Layanan hingga Tambah Gerbong KRL

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
11 rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru buatan China resmi beroperasi di wilayah Jabodetabek. Foto:  KAI Commuter
zoom-in-whitePerbesar
11 rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru buatan China resmi beroperasi di wilayah Jabodetabek. Foto: KAI Commuter

Presiden Prabowo Subianto meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbaiki layanan KRL yang saat ini dinilai masih terlalu sesak bagi mobilitas masyarakat.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, usai rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo. Bobby mengatakan, ada beberapa penekanan dari presiden, salah satunya terkait kepentingan mass transit atau transportasi publik.

“Beliau menyebut bahwa mass transit itu penting bagi suatu negara, merupakan simbol peradaban, dan tentunya menjadi tanggung jawab negara serta pemerintahnya,” ujar Bobby saat konferensi pers, Senin (3/11).

Bobby menambahkan, Prabowo juga menekankan agar KAI mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan kebersihan dalam setiap moda transportasi publik yang dioperasikan.

“Beliau meminta agar layanan ke depan ditingkatkan. Tambahkan gerbong, perbaiki gerbong yang ada, nyamankan penumpang terutama perempuan. Stasiun, lintasan, dan gerbong harus bersih, termasuk peningkatan fasilitas di stasiun serta infrastruktur lintasan yang ada,” jelasnya.

Selain itu, dalam menyambut periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Prabowo juga memerintahkan KAI untuk memeriksa daerah-daerah rawan secara detail, terutama wilayah yang berpotensi banjir dan longsor.

“Dipastikan bahwa mass transit yang digunakan, terutama oleh pekerja yang setiap hari bolak-balik ke Jakarta, masyarakat berpenghasilan rendah, dan seluruh kalangan harus aman, nyaman, bersih, dan keselamatan menjadi nomor satu,” kata Bobby.

Ilustrasi para pengguna KRL di Jakarta. Foto: Shutterstock

Bobby menuturkan, Prabowo juga meminta agar kapasitas kursi KRL dan LRT ditambah supaya penumpang tidak berdesakan pada jam sibuk. Salah satunya melalui penambahan gerbong (trainset).

“Beliau menyampaikan bahwa transportasi publik harus senyaman mungkin. Sekarang ini pada jam sibuk, KRL kita sudah berdempetan. Beliau sangat concern terhadap hal itu,” ungkapnya.

Adapun KRL Commuter telah memesan 12 trainset baru dari PT INKA (Persero) dan 11 trainset dari CRRC China. Saat ini, delapan unit trainset dari China sudah beroperasi penuh, sementara tiga lainnya masih menjalani technical qualification dengan Kementerian Perhubungan dan akan dioperasikan bulan ini.

“Jadi total sampai akhir tahun kita akan mengoperasikan 11. Sementara untuk kereta INKA, kita sudah menerima empat trainset yang kini sedang menjalani uji teknis. Targetnya, hingga pertengahan tahun depan, 12 trainset dari INKA sudah beroperasi,” tutup Bobby.

instagram embed