Kumparan Logo

Prabowo Sebut Whoosh Simbol Kerja Sama RI-China: Kita Mampu, Duitnya Ada

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat agar tak memperdebatkan masalah utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Kepala Negara menegaskan proyek transportasi cepat tersebut merupakan simbol kerja sama strategis antara Indonesia dan China serta telah diperhitungkan secara matang oleh pemerintah.

"Dan ini ingat ya, ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok. Jadi, sudahlah, saya sudah katakan Presiden RI yang ambil alih tanggung jawab jadi tidak usah ribut, kita mampu dan kita kuat, duitnya ada," kata Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11).

Prabowo menjelaskan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memang memiliki kewajiban membayar sekitar Rp 1,2 triliun per tahun kepada pihak Tiongkok. Namun, menurutnya, hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena keberadaan Whoosh memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi kemacetan dan polusi di wilayah perkotaan.

"Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh semuanya," ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menanggung seluruh pembiayaan proyek tersebut. Katanya, RI memiliki kekuatan ekonomi yang cukup untuk memastikan proyek strategis nasional berjalan dengan baik.

"Indonesia bukan negara sembarangan. Kita hitung, enggak ada masalah. Jadi PT KAI enggak usah khawatir, semua enggak usah khawatir. Rakyat kita layani, teknologi, sarana, tanggung jawab bersama, di ujungnya tanggung jawab Presiden, jadi saya yang tanggung jawab Whoosh," tegasnya.

Prabowo juga menyinggung soal pengelolaan keuangan negara yang kini lebih efisien karena pemerintah memperketat pengawasan terhadap praktik korupsi. Ia menilai langkah itu membuat anggaran negara bisa lebih banyak digunakan untuk kepentingan rakyat.

"Duit yang tadinya dikorupsi, saya hemat, nggak saya kasih kesempatan. Jadi saudara saya minta bantu saya semua jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela, uang nanti banyak untuk kita untuk rakyat semua," ucapnya.

instagram embed