Proses Pralelang Dimulai, Yogyakarta - Solo Segera Tersambung Tol

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai tahap prakualifikasi atau pra lelang terhadap Tol Bandara Kulon Progo - Yogyakarta - Solo. Adapun prakualifikasi merupakan sebuah tahap sebelum lelang dimulai.
Berdasarkan dokumen yang diterima kumparan, tahap prakualifikasi Tol Yogyakarta-Solo dilakukan mulai 4 November 2019 hingga 3 Januari 2020. Rencananya pembangunan ruas tol itu dilakukan pada tahun depan.
Dalam proses prakualifikasi ini, kemampuan keuangan dan kemampuan teknis calon peserta dalam membangun tol itu dinilai oleh Kementerian PUPR. Sebab pembangunan tol harus dilakukan badan usaha yang memenuhi kualifikasi.
“Badan usaha yang bisa memberikan biaya lebih murah, tentu akan ditetapkan sebagai pemenang tender oleh pemerintah,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit kepada kumparan, Selasa (5/11).
Proyek Tol Yogyakarta-Solo merupakan prakarsa Konsorsium PT Daya Mulia Turangga, Gama Group, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Ruas tol itu diperkirakan memiliki total panjang 93,14 kilometer (km).
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno, menyampaikan bahwa ruas tol itu membutuhkan lahan 1,74 juta meter persegi untuk trase Yogyakarta - Solo. Lahan pertanian yang terdampak sebesar 8,64 hektare.
“Dalam rangka pelaksanaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) wilayah terdampak di tol Yogya-Solo 8,64 hektare,” ucapnya.
Dia menambahkan, ruas tol Yogyakarta - Solo akan melintasi 14 desa di 6 kecamatan. Nantinya ruas tol ini akan masuk dalam jaringan tol jaringan pantai selatan Jawa, mulai dari Bandung - Cilacap - Yogyakarta - Solo.
