Kumparan Logo

Proyek Smelter Freeport Tertunda Akibat Pandemi

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi tambang Freeport di Papua Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi tambang Freeport di Papua Foto: Reuters

Merebaknya virus corona memaksa PT Freeport Indonesia menunda proyek pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur terhenti. Penundaan tersebut disampaikan Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, dalam rapat kerja di Komisi VI DPR, Selasa (29/9).

Orias mengatakan, penundaan tersebut terpaksa mesti dilakukan lantaran tidak bisa masuknya pekerja karena masih merebaknya pandemi COVID-19.

"Pembangunan smelter yang direncanakan selesai 2023, untuk Freeport posisi sekarang itu hold karena masih menunggu status di Gresik sendiri. Pekerja belum bisa masuk terkait status COVID-19, karena itu ditunda pekerjaan fisiknya," jelas Orias dalam rapat yang digelar, Selasa (29/9).

Dirut PT Inalum Orias Petrus Moedak di PLTA Tangga. Foto: Moh Fajri/kumparan

Kendati demikian, kata Orias, perusahaan telah menyediakan dana sebesar USD 250 juta untuk penyiapan lahan smelter. Ia memastikan, tertundanya pengerjaan proyek bakal membuat waktu rampungnya bakal mundur dari target.

"Sudah di-spend kurang lebih USD 250 juta untuk penyiapan lahan. Namun penundaan tentu mengakibatkan bergesernya waktu penyelesaian," sambungnya.

Lebih lanjut, Orias mengatakan bahwa tak hanya proyek smelter yang terpaksa mesti ditunda. Melainkan, semua pengerjaan proyek secara fisik bakal mengalami hal yang sama.

"Dampak dari wabah itu tadi disampaikan terjadi penundaan proyek-proyek secara fisik. Kurang lebih 8 bulan sampai satu tahun," pungkas Orias.