Kumparan Logo

Pupuk Indonesia Tertarik Beli Gas dari Blok Masela Asal Harganya Cocok

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pabrik PT Pupuk Indonesia (Foto: Instagram/@pt.pupukindonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik PT Pupuk Indonesia (Foto: Instagram/@pt.pupukindonesia)

PT Pupuk Indonesia (Persero) tertarik membeli gas dari Blok Masela. Namun perseroan meminta harga gas yang ditawarkan masuk keekonomian atau tidak terlalu memberatkan.

Hingga saat ini pemerintah belum memutuskan harga jual gas dari Blok Masela yang berlokasi di Maluku Utara untuk keperluan industri.

“Kita tunggu kebijakan pemerintah saja dalam hal ini. Yang penting buat kami harganya sesuai dengan keekonomian untuk industri,” kata Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana, saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Jumat (9/3).

Pabrik PT Pupuk Indonesia (Foto: Instagram/@pt.pupukindonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik PT Pupuk Indonesia (Foto: Instagram/@pt.pupukindonesia)

Meski demikian, Wijaya tak menyebutkan berapa harga industri yang diinginkan Pupuk Indonesia. Namun sebelumnya, para pelaku industri menawar harga gas dari Blok Masela sebesar USD 3 per MMBTU.

Angka ini dinilai terlalu rendah jika dibandingkan beberapa blok lain yang mengalirkan gas untuk industri. Misalnya di Teluk Bintuni, Papua, sebesar USD 5,2 per MMBTU. Belum lagi, Masela merupakan blok lepas pantai (offshore) yang menggunakan teknologi berbeda dan biaya produksi yang lebih mahal.

Selain Pupuk Indonesia, ada dua perusahaan lagi yang tertarik untuk menyerap gas Masela, yaitu Elsoro Multi Prima dan Sojitz Indonesia. Total kebutuhan ketiga pabrik itu sekitar 474 MMSCFD.