Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah Kintamani hingga 41 Persen
·waktu baca 3 menit

Penggunaan pupuk NPK Pelangi JOS yang dikembangkan PT Pupuk Pupuk Kaltim (PKT) mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui program demonstration plot (demplot) tahap dua pada komoditas bawang merah di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Bali.
Tercatat panen bawang merah hasil demplot di Desa Songan Kintamani mencapai hasil rata-rata 12 ton per hektar, atau naik 41 persen dari sebelumnya.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan, hasil panen kedua ini membuktikan jika NPK Pelangi JOS cocok bagi tanaman hortikultura, sehingga dapat menjadi pilihan petani bawang merah Kintamani untuk mendorong produktivitas hasil komoditas.
Dari panen demplot tahap pertama, efektivitas NPK Pelangi JOS mampu mendongkrak hasil bawang merah Desa Songan hingga 24 persen, dengan hasil rata-rata 10,5 ton per hektar, dari sebelumnya maksimal 8,5 ton per hektar. Demplot dilaksanakan di atas lahan seluas 0,8 hektar, menggunakan NPK Pelangi JOS 550 kilogram (kg) dan Urea Daun Buah 200 kg per hektar, dengan masa tanam 70 hari.
"Pada panen kedua ini kita bisa melihat tingginya produktivitas bawang merah, dengan kenaikan hampir dua kali lipat dari hasil panen pertama. Ini membuktikan jika NPK Pelangi JOS sangat cocok untuk tanaman hortikultura maupun pangan dengan karakteristik lahan berbeda," ujar Rahmad dalam keterangannya, Senin (29/8).
Ia menjelaskan, NPK Pelangi JOS merupakan produk dengan kombinasi manfaat pupuk anorganik NPK dan pupuk hayati pertama di Indonesia, dan diperkaya mikroba unggul yang dirancang menggunakan teknologi terkini. Pada produk ini terdapat kandungan hara N, P dan K, serta mikroba yang baik bagi tanah dan tanaman dalam satu produk praktis untuk pengaplikasian.
“Melalui NPK Pelangi JOS, kami mendorong petani agar menjalankan praktik sustainable agriculture. Di mana pupuk ini tak hanya memiliki unsur NPK, tapi juga agen hayati yang berfungsi memperkaya sifat biologis tanah tetap lestari, sehingga lahan terjaga untuk musim tanam selanjutnya," terang Rahmad.
Sepanjang 2022, demplot NPK Pelangi JOS telah diuji Pupuk Kaltim pada berbagai komoditas seperti padi, sawi, jagung, dan kentang di berbagai lokasi. Di antaranya Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dengan peningkatan hasil panen rata-rata mencapai 18-55 persen dengan dosis 70 hingga 100 persen.
"Untuk itu, kami mengajak petani tidak perlu ragu akan kualitas NPK Pelangi JOS. Jika diaplikasikan dengan perlakuan serta dosis yang tepat, unsur hara akan cepat terurai dan tersedia bagi tanaman sehingga tidak menjadi residu dalam tanah," tambah Rahmad.
SEVP Operasi Pemasaran Pupuk Indonesia Gatoet Gembiro Nugroho mengatakan, demplot NPK Pelangi JOS ini sebagai bentuk dukungan Pupuk Indonesia Grup terhadap peningkatan produktivitas pertanian Kabupaten Bangli, yang merupakan sentra bawang merah di Provinsi Bali. Hal ini juga upaya mengantisipasi ketidakpastian harga komoditas di pasaran, sehingga hasil panen masyarakat tetap dapat memiliki daya saing dengan kualitas hasil yang memuaskan.
"Semoga demplot ini menjadi salah satu momentum bagi petani Indonesia khususnya di provinsi Bali, untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," ucap Gatoet.
