Purbaya Gantikan Sri Mulyani Jadi Menkeu, Rupiah Menguat ke Rp 16.309,5/Dolar AS
·waktu baca 2 menit

Kebijakan Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet, salah satunya untuk Menteri Keuangan direspons beragam oleh pasar. Pada hari ini, Prabowo mengumumkan Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Berdasarkan laporan Bloomberg, nilai tukar rupiah malah terpantau menguat terhadap dolar AS pada hari ini, rupiah menguat 123 poin atau 0,75 persen ke level Rp 16.309,5 per dolar AS.
Sementara pasar saham terpantau melemah. Pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 100,498 poin atau 1,28 persen ke 7.766,849.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai tugas penting Purbaya sebagai Menkeu sangat mendesak, yaitu untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Selain itu, Purbaya harus bisa memastikan strategi penerimaan pajak dilakukan dengan memperhatikan daya beli kelompok menengah dan bawah, seperti menurunkan tarif PPN menjadi 8 persen, dan menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp 7 juta per bulan.
Sementara analis pasar modal dari Panin Sekuritas, Felix Darmawan, menyebut reshuffle ini menjadi sentimen besar lantaran Sri Mulyani sudah lama dianggap sebagai simbol kredibilitas fiskal Indonesia di mata investor global.
“Investor khawatir, apakah disiplin fiskal dan transparansi yang selama ini jadi pegangan masih akan terjaga,” kata Felix kepada kumparan, Senin (8/9).
Meskipun demikian, Felix menilai Purbaya bukan sosok baru di bidang ekonomi. Rekam jejaknya panjang, termasuk pernah menjabat Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Menurut dia, bila Purbaya bisa konsistensi disiplin fiskal, defisit tetap terkendali, dan koordinasi dengan Bank Indonesia berjalan baik, pasar akan cepat beradaptasi.
Ekonom bidang Industri dan Global Markets dari Bank Maybank, Myrdal Gunarto menyebut pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani cukup mengejutkan meski kabarnya sudah beredar sejak pekan lalu.
Menurut dia, penggantian ini akan memicu reaksi negatif bagi pasar keuangan karena kredibilitas dari Sri Mulyani ini dinilai sudah teruji bagi pasar domestik dan global.
“Cuma ya, life must go on, kita berharap sih dengan adanya reshuffle ini, sinergi antar kementerian juga lebih kuat, dan kementerian keuangan juga bisa lebih all out ya dalam mendukung program-program Asta Cita pemerintah ataupun juga program prioritas pembangunan pemerintah,” ungkapnya.
Di sisi lain, Gunarto menilai dari kondisi global saat ini sedang kondusif dan kondisi sosial politik kita juga sudah membaik dari kondisi pekan lalu sehingga keputusan yang dilakukan oleh Presiden patut dihormati.
