Purbaya soal Tukang Becak Desil 9 di BPS: Data Lagi Diperbaiki, Anggaran Rp 7 T

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait akurasi data bansos atau D vusai ramai tukang becak tiba-tiba naik jadi kategori desil 9.
Purbaya menegaskan bahwa data tersebut sedang diperbaiki oleh Badan Pusat Statistik (BPS), salah satunya melalui Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, anggaran yang digelontorkan sangat besar.
“Saya ngeluarin uang cukup banyak loh untuk ke BPS tahun ini ya. Jadi data DTSEN sama Sensus Ekonomi itu kalau nggak salah hampir Rp 7 triliun,“ ungkapnya usai Sidang Debottlenecking, Rabu (26/8).
Purbaya mengungkapkan bahwa BPS sudah meminta tambahan anggaran pada awal tahun 2026, khususnya untuk memastikan perbaikan DTSEN berjalan dengan baik.
“Jadi tahun depan harusnya sih akan lebih baik. Kalau salah satu dua kan biasanya selalu ada kalau disurvei ya, tapi saya harapkan tahun depan lebih rapi,” jelasnya.
Di sisi lain, pembatasan konsumen Pertalite menggunakan kategori desil dimulai tahun ini. Pemerintah memastikan masyarakat yang termasuk desil 9-10 tidak boleh membeli BBM bersubsidi.
Purbaya menyebutkan sistem kebijakan ini masih disiapkan. Hanya saja, jika data DTSEN terbaru belum siap, pemerintah dipastikan akan tetap mengantisipasi fenomena penyaluran subsidi energi yang tidak tepat sasaran.
“Nanti kita lihat dinamika ekonominya dan masyarakat ya. Tapi kita semua siapkan sistemnya. Nanti kalau sudah siap, ya sudah kita jalankan. Tapi kalau yang gitu kan pasti nggak semuanya kan, berapa orang, ya kalau ada masalah let’s say belum sampai DTSEN yang baru keluar, kita akan handle case by case ya,” tandas Purbaya.
