Kumparan Logo

Purbaya Ungkap Defisit APBN hingga Mei 2026 Capai 1,7 Persen PDB

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 yang dinilainya semakin membaik.

Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan munculnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal, pemerintah mencatat defisit APBN masih berada pada level yang rendah.

Purbaya mengatakan defisit APBN hingga akhir Mei 2026 diperkirakan berada di kisaran 1,7 persen-1,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut dia, posisi tersebut menunjukkan kondisi fiskal Indonesia masih sangat aman karena angkanya jauh di bawah batas defisit APBN yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kalau saya tidak salah hitung, sekitar 1,7-1,8 persen dari PDB. Jadi kalau di situ, anggaran kita aman sekali," kata Purbaya kepada wartawan, Rabu (3/6).

Pernyataan tersebut sekaligus merespons pandangan sebagian pelaku pasar yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan kondisi fiskal pemerintah. Purbaya menilai kondisi APBN justru menunjukkan perbaikan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Selain defisit yang mengecil, pemerintah juga mencatat surplus primer yang kembali positif pada Mei 2026. Surplus primer merupakan selisih antara pendapatan negara dan belanja negara di luar pembayaran bunga utang, yang kerap digunakan untuk mengukur kesehatan fiskal.

"Di bulan Mei juga surplusnya, primary surplus-nya positif lagi. Lebih tinggi dibanding bulan April," ujar Purbaya.

Dari sisi penerimaan negara, kinerja pajak juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Purbaya mengungkapkan penerimaan pajak hingga Mei 2026 tumbuh lebih dari 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa berbagai langkah reformasi perpajakan yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil.

"Dan pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih," katanya.

Purbaya menilai pertumbuhan penerimaan pajak yang kuat akan memperluas ruang fiskal pemerintah sekaligus menjaga keberlanjutan APBN di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah menjalankan kebijakan fiskal secara agresif atau tidak terukur. Menurut dia, berbagai indikator fiskal justru menunjukkan tren yang semakin sehat.

"Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus. Nanti saya kasih tahu di APBN Kita," kata Purbaya.

Pemerintah dijadwalkan merilis laporan realisasi APBN Mei 2026 dalam waktu dekat. Data tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk melihat perkembangan fiskal Indonesia di tengah gejolak pasar keuangan global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

instagram embed