Kumparan Logo

Railink Pilih Tak Kelola Operasional Kereta Bandara Minangkabau

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jalur KA Bandara Minangkabau Siap Beroperasi (Foto: Dok Ditjen Perkeretaapian Kemenhub)
zoom-in-whitePerbesar
Jalur KA Bandara Minangkabau Siap Beroperasi (Foto: Dok Ditjen Perkeretaapian Kemenhub)

PT Railink memastikan tidak akan mengelola operasional Kereta Bandara Minangkabau di Sumatera Barat. Sebelumnya, Railink telah menjadi operator untuk 2 kereta bandara yaitu Kereta Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta dan Kereta Bandara Kualanamu di Medan.

"Untuk KA Bandara MIA (Minangkabau International Airport) dan KA Bandara Palembang dikelola oleh induk (PT KAI) melalui Divre (Divisi Regional) 2 Sumatera Barat dan Divre 3 Sumatera Selatan," ujar Direktur Utama Railink Heru Kuswanto kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (6/1).

Heru sendiri enggan menjelaskan mengapa Railink tak mengelola operasional Kereta Bandara Minangkabau. Namun menurut dia, Railink awalnya sempat tertarik untuk menangani Kereta Bandara Minangkabau.

"Untuk MIA, dulu masuk dalam daftar minat Railink. (Tidak melanjutkan) karena pertimbangan tertentu," sebutnya.

Jalur KA Bandara Minangkabau Siap Beroperasi (Foto: Dok Ditjen Perkeretaapian Kemenhub)
zoom-in-whitePerbesar
Jalur KA Bandara Minangkabau Siap Beroperasi (Foto: Dok Ditjen Perkeretaapian Kemenhub)

Sementara itu, mengenai operasional Kereta Bandara Soetta, Railink terus berbenah. Apalagi, jumlah perjalanan KA Bandara Soetta bakal ditambah menjadi 82 perjalanan per hari dari kondisi saat ini 42 perjalanan per hari. Belum lagi, proses merampungkan Stasiun Manggarai yang akan menjadi titik keberangkatan utama Kereta Bandara Soetta.

"Apa yang kita launching 2 Januari insyaallah enggak berhenti di situ, kami terus berbenah. Insyaallah itu masih akan terus berkembang dari sisi traffic, travel time, headway dan lain-lain," jelasnya.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan memastikan Kereta Bandara Minangkabau di Sumatera Barat akan mulai beroperasi tahun ini. Kemenhub telah merampungkan seluruh pengerjaan proyek. Kemenhub menghabiskan anggaran sebesar Rp 300 miliar guna membangun proyek KA Bandara Minangkabau. Proyek ini mulai dikerjakan sejak 2012 dan dilakukan secara multiyears.

Kegiatan pelaksanaan konstruksi KA Bandara Minangkabau meliputi pekerjaan badan jalan dan pemasangan rel sepanjang 3,9 km antara Stasiun Duku hingga Stasiun Bandara Internasional Minangkabau. Fasilitas yang ditawarkan di Stasiun Duku antara lain, lahan parkir yang luas, loket dan ruang tunggu yang representatif, peron dan toilet yang ramah bagi penyandang disabilitas, serta fasilitas ruang menyusui.

Khusus di Stasiun Bandara Minangkabau juga dilengkapi dengan lift dan eskalator yang terhubung dengan skybridge menuju ke terminal penumpang di bandara sehingga memudahkan pergerakan penumpang dari dan menuju stasiun Bandara Minangkabau.