Kumparan Logo

Ramai Wacana New Normal, Gubernur Koster Malah Belum Akan Buka Pariwisata Bali

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
I Wayan Koster tengah menyampaikan pendapatnya terkait masuknya nama Bali dalam Fodor's No List 2020 Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
I Wayan Koster tengah menyampaikan pendapatnya terkait masuknya nama Bali dalam Fodor's No List 2020 Foto: Denita br Matondang/kumparan

Wacana penerapan tatanan normal baru atau the new normal dalam berbagai sektor kehidupan di tengah pandemi virus corona, makin ramai. Di tengah situasi tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster, menegaskan pihaknya belum berencana membuka daerah setempat untuk kepentingan pariwisata dalam waktu dekat.

"Kalau untuk pariwisata, kami masih menghitung dan saya kira masih lama karena risikonya terlalu besar dan sampai saat ini juga penerbangan antarnegara belum dibuka," kata Koster dalam pernyataan pers di Denpasar, Rabu (3/6).

Terkait dengan daerah mana saja yang menjadi prioritas ketika pariwisata Bali sudah dibuka, Koster pun menanggapi singkat. "Kalau pariwisata belum, masih jauh, masih jauh," imbuhnya.

Di sisi lain, lanjut Koster, meskipun tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 di Bali tergolong tinggi, namun daerah setempat belum diberikan kewenangan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk menerapkan sepenuhnya tatanan normal baru atau the new normal.

"Jadi, dari arahan Ketua Gugus Tugas Nasional yang diprioritaskan normal baru tahap pertama adalah kabupaten/kota yang sama sekali tidak terjangkit, tidak ada COVID-19 sama sekali," ucapnya seperti dilansir Antara.

Anggota TNI menyemprotkan disinfektan pada patung di Pura Tanah Lot di Tabanan, Bali, yang ditutup sementara. Foto: REUTERS/Johannes P. Christo

Sedangkan untuk Provinsi Bali, ujar dia, sembilan kabupaten/kotanya semuanya sudah terjangkit COVID-19.

"Memang tingkat kesembuhannya tinggi, tetapi pariwisata belum layak dibuka untuk sekarang ini," ujar gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu.

kumparan post embed

Oleh karena itu, pemerintah dan gugus tugas masih akan mengevaluasi dalam hari-hari mendatang, seperti apa kecenderungan kasus COVID-19 di Bali.

"Kami juga sedang menyusun protokol tatanan kehidupan baru untuk semua sektor, kalau sudah siap nanti punya SOP (standar operasional prosedur) yang bisa dijalankan," kata Gubernur Bali itu.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.