Redam Lonjakan Harga Daging Sapi, Bulog Bakal Impor 80.000 Ton Daging Kerbau

Komoditas daging sapi mengalami lonjakan harga sedari memasuki bulan pertama tahun 2021. Lonjakan ini disinyalir terjadi lantaran naiknya harga sapi impor dari Australia.
Perum Bulog bakal ikut ambil bagian dalam meredam harga daging sapi ini. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, mengatakan sebetulnya perusahaan tak punya kewenangan untuk komoditas daging.
Namun, sekarang ia mendapatkan tugas khusus dari Kementerian Bidang Perekonomian untuk melakukan pengadaan daging kerbau. Selain sebagai opsional, juga untuk antisipasi stok daging menjelang puasa dan lebaran.
Menurut Buwas, perusahaan mendapat mandat buat melakukan impor dengan kuota sebesar 80.000 ton. Daging kerbau ini rencananya bakal didatangkan dari India.
"Kita mengajukan untuk impor daging khususnya untuk menghadapi puasa dan lebaran karena kebutuhan itu meningkat. Sehingga kita dari jauh-jauh hari sudah ajukan dan ini sudah diputus di Rakortas bahwa Bulog dapat jatah penugasan untuk impor daging kerbau 80.000 ton tunggal," jelas Buwas dalam virtual conference, Rabu (3/2).
Pengadaan daging dari negeri Bollywood ini, rencananya bakal dilakukan secara bertahap. Ia menargetkan seluruh kuota dapat direalisasikan sehingga mampu mengurangi persoalan di komoditas daging.
Menurut Buwas, saat ini proses pengadaan ini baru mencapai tahap lelang penetapan supplier daging kerbau. Di samping itu, ia juga mewanti soal akan banyaknya kendala pengiriman lantaran adanya pembatasan.
"Bisa jadi tiba-tiba India lockdown, karena itu nanti kita sesuaikan kemampuan supplier di sana. Jadi bisa saja satu bulan itu 10.000 hingga 50.000 ton, tergantung supplier dan secara bertahap. Tapi kita berharap kuota yang direalisasi Bulog bisa 80.000 ton," jelasnya.
