Restrukturisasi Kredit BNI untuk Atasi COVID-19 Capai Rp 102,4 Triliun

29 Januari 2021 20:02
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Restrukturisasi Kredit BNI untuk Atasi COVID-19 Capai Rp 102,4 Triliun (106477)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjadi salah satu bank yang ditunjuk pemerintah membantu mengatasi dampak pandemi COVID-19 seperti dengan restrukturisasi kredit atau yang ada di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
ADVERTISEMENT
Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan total yang direstrukturisasi sudah mencapai Rp 102,4 triliun.
“BNI telah membukukan pinjaman yang direstrukturisasi dengan stimulus COVID-19 sebesar Rp 102,4 triliun atau 18,6 persen dari total pinjaman,” kata Novita saat konferensi pers secara virtual, Jumat (29/1).
Novita merincikan berdasarkan segmen bisnis, restrukturisasi kredit diberikan kepada segmen korporasi sebesar Rp 44,2 triliun, segmen menengah Rp 21 triliun, segmen kecil Rp 28 triliun, dan Rp 9,2 triliun untuk segmen konsumer.
Restrukturisasi Kredit BNI untuk Atasi COVID-19 Capai Rp 102,4 Triliun (106478)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sebagian besar debitur yang mendapatkan fasilitas restrukturisasi pinjaman berasal dari sektor manufaktur 27,0 persen atau sekitar Rp 27,6 triliun, sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar 15,4 persen atau sekitar Rp 15,8 triliun, dan sektor pertanian sebesar 12,6 persen atau sekitar Rp 12,9 triliun.
ADVERTISEMENT
“Ketiga sektor ini terdampak paling parah oleh pandemi dan merupakan 55 persen dari total pinjaman yang direstrukturisasi karena COVID-19,” ujar Novita.
Untuk skema restrukturisasi, Novita menjelaskan BNI menggunakan beberapa skenario yang meliputi penjadwalan ulang pokok, penundaan pembayaran bunga, serta penurunan suku bunga. Ia mengakui pelaku usaha membutuhkan waktu untuk pulih dari dampak pandemi COVID-19.
“Tanpa restrukturisasi kredit, pengusaha tentunya akan berat menyangga permodalannya. BNI berharap debitur yang telah memanfaatkan restrukturisasi ini untuk tetap survive,” ungkap Novita.
Selain program restrukturisasi kredit, BNI bersama dengan bank-bank HIMBARA dan beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) berperan juga dalam program PEN pada tahun 2020. Novita menuturkan akumulasi penempatan dana pemerintah dalam rangka PEN pada 2 tahap di BNI sebesar Rp 7,5 triliun.
ADVERTISEMENT
“Dari target penyaluran kredit dalam rangka PEN, BNI telah merealisasikan penyaluran kredit sebanyak Rp 28 triliun atau setara 3,7 kali dana PEN, di atas target Rp 22,5 triliun. Fokus BNI menyalurkan kredit ke segmen UMKM Rp 24,26 triliun atau 86,64 persen total penyaluran kredit dalam rangka program PEN,” tutur Novita.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020