Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
RI Mesti Keluarkan Jurus Ini untuk Antisipasi Pengalihan Perdagangan dari AS
4 April 2025 20:39 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Peneliti Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus, mengatakan Indonesia harus bersiap menjadi negara tujuan impor baru. Ini karena efek tarif impor AS ke beberapa negara di dunia yang tak bisa dibilang kecil.
ADVERTISEMENT
Menurut Heri, kemungkinan pengalihan perdagangan atau trade diversion sangat mungkin terjadi. Mengingat, pasar Indonesia yang cukup besar dan strategis.
"Kemungkinan terjadinya trade diversion atau pengalihan perdagangan yang tadinya ke AS karena susah masuk dialihkan ke Indonesia," kata Heri secara daring, Jumat (4/4).
Pemerintah mesti melakukan strategi yang relevan seperti penerapan Non-tariff Measures (NTMs), Non-tariff Barriers (NTBs), Hambatan Teknis terhadap Perdagangan (TBT), dan Sanitary and Phytosanitary (SPS).
NTMs adalah kebijakan selain tarif yang diberlakukan untuk perdagangan internasional, NTBs adalah pembatasan perdagangan internasional yang dilakukan selain dengan tarif bea cukai.
Sedangkan, TBT merupakan peraturan, standar, atau prosedur yang dapat menyulitkan ekspor barang, dan SPS adalah tindakan karantina yang membantu mencegah penyebaran hama atau penyakit di antara hewan dan tumbuhan serta memastikan bahwa makanan aman bagi konsumen.
ADVERTISEMENT
Heri bilang, saat ini Indonesia masih lemah menerapkan strategi-strategi itu. Terlebih, NTMs yang cukup sulit sebab dalam pengaplikasiannya tak boleh diskriminasi.
"Jadi kita mengurangi barang masuk ke Indonesia, sementara kita sendiri masih bikin. Nah itu kita nggak boleh, jadi kita tidak boleh diskriminasi," lanjut dia.
Selain itu, Indonesia harus pintar dalam berstrategi NTMs. Sebagai contoh, untuk kebijakan pelabelan, labeling, label produk jjka lihat di toko dan retail, masih banyak produk-produk impor yang tidak ada bahasa Indonesia.
"Nah kalau misalnya ada kewajiban berbahasa lokal, kan itu juga jadi NTMs atau TBT bagi kita. Buat mengadang laju impor yang kemungkinan akan besar seperti itu," imbuh Heri.
Jadi, skema NTMs masih berpeluang besar untuk ditingkatkan potensinya, apalagi kata Heri untuk menyeleksi atau menyaring produk impor yang kemungkinannya terjadi trade diversion.
ADVERTISEMENT
"Kemudian kita pakai NTMs. Kemudian juga diversifikasi pasar ekspor, ya akibat kemungkinan terjadinya penurunan ekspor kita ke negara-negara mitra," terangnya.