RI Siap Terbitkan Panda Bond di Pasar China, Kurangi Ketergantungan Dolar AS
·waktu baca 1 menit

Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS dan rupiah sebagai upaya memperkuat nilai tukar.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap bakal segera direalisasikan melalui penerbitan Panda Bond di pasar China.
“Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam mata uang selain US Dollar dan rupiah,” ucap Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5) malam.
Purbaya menjelaskan, penerbitan obligasi dalam mata uang yuan atau Panda Bond dinilai lebih menguntungkan karena menawarkan biaya bunga yang lebih rendah.
“Yang dalam waktu dekat kita akan masuk ke Panda Bond di China dengan bunga yang lebih rendah, sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi,” lanjut dia.
Menurut Purbaya, ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan negara agar lebih fleksibel menghadapi gejolak global, khususnya fluktuasi nilai tukar dolar.
“Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus, nggak usah takut, tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup. Duitnya banyak, jadi Anda nggak usah takut,” tuturnya.
