Kumparan Logo

Ricky Harun, Bintang Sinetron Ganteng-ganteng Serigala, Jadi Komisaris HK Metals

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Ricky Harun. Foto:  Giovanni
zoom-in-whitePerbesar
Ricky Harun. Foto: Giovanni

Artis sinetron Ricky Harun diangkat jadi komisaris PT HK Metals Utama Tbk (HKMU), perusahaan manufaktur yang berdagang bahan bangunan. Hal ini diketahui dari materi public expose tahunan HKMU yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam materi itu, terpampang foto wajah artis pemilik nama asli Ricky Chilnadi Pratama sebagai komisaris. Dia mendampingi Aryo Widhiwardono sebagai Komisaris Utama HK Metals Utama.

kumparan post embed

Pengangkatan Ricky Harun sebagai komisaris emiten berkode HKMU itu, juga terkonfirmasi di akun instagram pribadi Ricky Harun.

"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk jabatan sebagai komisaris independen di PT HK METALS UTAMA Tbk (HKMU) @hkmetals ini," tulisnya, Rabu (18/8).

Baja ringan dan pipa stainless merupakan sebagain bisnis PT HK Metals Utama Tbk (HKMU). Foto: PT Krakatau Steel

Dia pun meminta dukungan dan doa dari kawan-kawan, atas jabatan yang baru diterimanya itu. "Semoga saya bisa amanah dan bisa memberikan hasil yang baik untuk perusahaan aamiin. Doain ya temen semua," imbuhnya.

kumparan post embed

Ricky Harun berusia 34 tahun, lahir di Bandung. Dia merupakan anak sulung dari model terkemuka, Donna Harun. Kariernya di layar kaca dimulai saat bermain dalam sinetron 'Inikah Rasanya' di tahun 2003. Kemudian dia juga beranjak membintangi film layar lebar, 'Rumah Pondok Indah' di tahun 2006

Artis Ricky Harun menikahi Herfiza Novianti pada 15 Juni 2013 . Kini mereka dikaruniai anak bernama Mikaila Akyza Pratama. Sedangkan anak keduanya lahir pada 9 Maret 2016, diberi nama Athaya Akyza Pratama.

instagram embed

Ralat Judul:

Judul berita ini merupakan koreksi dari judul semula, 'Ricky Harun, Bintang Sinetron Ganteng-ganteng Serigala, Jadi Komisaris Anak BUMN', karena setelah dicek perusahaan dimaksud ternyata bukan merupakan anak perusahaan BUMN. Dengan ini redaksi mohon maaf atas kekeliruan sebelumnya.